32.1 C
Jakarta

SD Muhammadiyah PK Banyudono Adakan Parenting Masa Baligh

Baca Juga:

 

BOYOLALI, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono mengadakan kegiatan smart parenting dengan tema mendidik memahami siswa di saat masa baligh hadir sebagai pembicara dr. Zahroshofi Ahmadah dari rumah sakit PKU ‘Aisyiyah Singkil Boyolali, Senin (19/12/2022).

Bertempat di aula sekolah acara dibuka oleh kepala sekolah ustad Pujiono. Dalam sambutannya dia mengatakan bahwa pendidikan tidak hanya tugas guru semata melainkan tanggung jawab bersama orang tua, sekolah dan masyarakat. Melihat fenomena remaja saat ini dalam pergaulan jikalau tidak hati-hati orang tua akan terkena dampaknya. “Maka pada kesempatan hari ini SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono menyajikan acara parenting dengan tema mendidik dan memahami siswa di masa balik dengan tujuan agar orang tua dapat menjelaskan kepada putra-putrinya dengan bijaksana terkait masa baligh. Sedangkan siswa dapat mengenali dirinya sehingga mampu menjaga diri dengan baik,”ungkap Pujiono.

“Terima kasih kami ucapkan kepada ibu dr. Zahroshofi Ahmadah beserta tim dari PKU ‘Aisyiyah Boyolali yang telah hadir di tengah-tengah kita untuk memberi pencerahan,”imbuhnya.

Sementara ibu Sofi panggilan ibu Dokter selaku pembicara menuturkan materinya dimulai dari masa baligh. Masa baligh adalah masa di mana usia seseorang mencapai fase kedewasaan dalam hal berpikir maupun bertindak. Di saat inilah tentunya orang tua harus memahami psikologis maupun perkembangan fisik anak terkait dengan tanda-tanda masa baligh, baik itu perubahan fisik maupun perubahan emosi pada anak. Setelah mengetahui kemudian dipahamkan akan kewajiban dan larangan-larangan agar anak-anak hati-hati di dalam pergaulan.

Masih menurut dr. Zahroshofi Ahmadah di antara tanda-tanda masa baligh bagi wanita yaitu datangnya haid dan mimpi basah bagi laki-laki. Pada fase ini biasanya seorang anak akan mengalami fase pubertas. Di mana fase transisi anak menuju dewasa ditandai dengan munculnya tanda-tanda seksual sekunder dan kemampuan bereproduksi. Perubahan pada saat pubertas ditandai dengan perubahan fisik hormonal psikologi maupun sosial. Perubahan psikososial pada anak biasanya fase ini jiwanya masih labil mengalami krisis identitas, meningkatkan kemampuan verbal untuk ekspresi diri, lebih percaya dengan teman dekat dan di beberapa kasus berkurangnya rasa hormat terhadap orang tua. Bahkan sampai menunjukkan kesalahan orang tua. Jiwanya yang labil inilah kemudian biasanya anak lebih berpengaruh kepada teman sebaya terkait dengan hobi dan gaya hidup. Selain itu pada fase ini jiwanya yang labil mencari orang lain yang disayangi selain orang tua. Jatuh hati pada lain jenis.

Pada fase inilah orang tua harus hati-hati dalam memahamkan dan memberi pengetahuan kepada anak-anak jika tidak biasanya rasa penolakan konfrontasinya sangat tinggi berikan penjelasan pada anak terkait hal-hal tersebut ajarkan anak untuk merawat diri mengenali aurat mana yang boleh dilihat orang dan mana yang tidak boleh dilihat orang sehingga anak-anak kita akan memahami dengan menerima semoga kita semua mampu menjalani amanat sebagai orang tua sebaik-baiknya.

Sebagai kata penutup materi dr Sofi berpesan ikuti setiap tumbuh kembang dari anak kita “Jadilah tempat yang tepat untuk anak berdiskusi akan permasalahan yang dihadapi,”demikian penjelasan  dr. Zahroshofi Ahmadah sambil menutup acara.

Sementara acara sebelum ditutup ditampilkan beberapa siswa berprestasi dalam hal seni bela diri Tapak suci dan seni suara.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!