Oleh: Joko Intarto
JAKARTA, MENARA62.COM – Gara-gara masuk ke taman waduk Ria Rio, Pulomas, agenda olahraga saya hari ini berubah total.
Rencana gowes 30 kilometer langsung batal. Saya putuskan cukup muter-muter di seputar waduk saja. Padahal olahraga hari ini menurut Google Fit baru berlangsung 20 menit dengan jarak tempuh 3 kilometer.
Hari ini tidak perlu bersepeda jauh-jauh. Di waduk Ria Rio, suasananya toh sudah mirip di Afrika, karena adanya dua pohon raksasa ini.
Ya, di pinggir waduk Ria Rio tumbuh dua pohon raksasa yang berasal dari Afrika. Pohon ini dikenal dengan nama baobab. Dalam bahasa Latin dinamakan Adansonia digitata. Kata ‘digitata’ menjelaskan bahwa daunnya menyerupai jari.
Pohon baobah pertama diameternya kurang lebih 1,2 meter. Pohon kedua lebih besar lagi, sekitar 2,5 meter. Tinggi Kedua pohon itu hampir sama: kurang lebih 8 meter. Kedua pohon itu tumbuh berdekatan dengan jarak sekitar 5 meter saja.
Menurut teori, pohon dengan diameter sebesar itu, telah berusia paling tidak 50 tahun, mengingat baobab bukan tergolong tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat. Namun, taman di pinggir waduk Ria Rio itu baru dibangun oleh Gubernur Ahok pada tahun 2015.
Kesimpulannya? Pohon baobab itu kemungkinan didatangkan dari lokasi lain (hasil pemindahan). Bisa saja didatangkan dari habitat aslinya di Afrika sana.
Baobab tergolong tumbuhan yang memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi. Tanaman ini bisa bertahan hidup dalam berbagai cuaca ekstrim. Maka sangat jarang ditemui pohon baobab yang mati akibat pemindahan dari lokasi satu ke lokasi lain.
Setelah berfoto-foto di depan pohon Baobab dan menulis artikel ini, saya kembali melanjutkan kegiatan bersepeda. Rutenya tidak jauh, hanya di seputaran Pulomas. Target gowes cukup 10 kilometer saja.
Bagi diabetesi, rekor jarak dan durasi bukan tujuan utama. Justru yang paling penting adalah menjaga agar suasana hati kita gembira.
Menciptakan suasana hati agar selalu gembira adalah salah satu terapi ampuh untuk mengendalikan gula darah. Hati gembira meningkatkan produksi hormon dopamin (hormon kebahagiaan). Sedangkan hati yang sedih meningkatkan hormon kortisol (hormon stres).
Bagaimana olahragamu hari ini, kawan?(jto)

