SOLO, MENARA62.COM – Siswa SD Muhammadiyah 24 Surakarta mendapat pengalaman belajar yang berbeda dengan mengunjungi pameran museum keliling Abhinawa Bhumi #2 di Ndalem Djojokoesoeman, Surakarta, Jumat (24/7/2026). Kegiatan edukatif tersebut menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Nusantara melalui berbagai koleksi museum dari seluruh Indonesia.
Pameran Abhinawa Bhumi #2 berlangsung pada 23–26 Juli 2026 dengan mengusung tema “Vijaya Jaladri Nusantara”. Sebanyak 65 museum dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Bagi para siswa, kunjungan ini menjadi pengalaman layaknya menjelajahi puluhan museum hanya dalam satu lokasi. Beragam koleksi bersejarah dipamerkan, mulai dari artefak budaya, benda peninggalan masa lampau, hingga replika dan koleksi unik yang menarik perhatian pengunjung.
Salah satu daya tarik pameran adalah keberadaan berbagai koleksi langka, seperti terompet To’is, miniatur perahu Raja Mata, hingga fosil Ichthyosaurus. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai stan museum dengan konsep interaktif serta spot foto yang menarik.
Beberapa museum yang hadir dalam pameran di antaranya Museum Keris, Museum Radya Pustaka, Museum Batik, Museum Sandi, Museum Penerbangan, serta Museum Samanhudi. Kehadiran puluhan museum tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mempelajari kekayaan sejarah dan budaya Indonesia tanpa harus mengunjungi setiap museum secara langsung.
Kunjungan edukatif ini juga menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang mendorong siswa memahami pentingnya pelestarian warisan budaya bangsa. Melalui interaksi langsung dengan koleksi museum, siswa dapat memperluas wawasan sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Dengan konsep museum keliling, Abhinawa Bhumi #2 menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus inspiratif. Pameran ini membuktikan bahwa mengenal sejarah tidak harus dilakukan di ruang kelas, tetapi juga dapat melalui kegiatan wisata edukasi yang interaktif dan menarik bagi generasi muda. (Husna/Harko)
