31.6 C
Jakarta

SMPN 16 Medan Bangkit, Belajar Kembali Nyaman Pascabanjir

Baca Juga:

MEDAN, MENARA62.COM – UPT SMP Negeri 16 Medan kini kembali menjalankan pembelajaran secara penuh setelah menyelesaikan revitalisasi pascabanjir yang melanda sekolah tersebut pada September 2025.

 

Banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter sempat merendam kawasan sekolah dan merusak sejumlah fasilitas pendidikan. Namun, setelah proses revitalisasi dimulai pada April 2026 dan rampung pada Agustus 2026, guru dan murid kini dapat belajar tanpa dihantui kekhawatiran sekolah kembali terendam saat hujan deras.

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan, Senin (14/9/2026). Ia memastikan seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut telah kembali berjalan normal.

 

“Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring,” ujar Abdul Mu’ti di Medan.

 

Menurutnya, pemulihan sekolah terdampak bencana tidak sebatas memperbaiki bangunan. Pemerintah juga perlu memastikan satuan pendidikan memiliki lingkungan yang aman dan nyaman sehingga guru maupun peserta didik dapat kembali berkonsentrasi pada kegiatan belajar mengajar.

 

Sekolah Ditinggikan untuk Cegah Banjir

 

Kepala UPT SMP Negeri 16 Medan, Taripar Rudi Sihaloho, mengatakan revitalisasi berlangsung sekitar empat bulan. Salah satu pekerjaan penting adalah meninggikan area sekolah yang sebelumnya berada di lokasi relatif rendah.

 

“Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 kemarin sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi,” jelas Taripar.

 

Upaya tersebut memberikan perubahan signifikan bagi aktivitas sekolah. Guru tidak lagi harus mencemaskan kondisi ruang kelas setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.

 

Guru PKN UPT SMP Negeri 16 Medan, Patar Saputra Sihombing, mengatakan banjir September 2025 menjadi pengalaman berat bagi warga sekolah. Karena terjadi saat hari libur, sejumlah barang dan fasilitas sekolah yang berada di dalam ruangan terendam dan rusak.

 

“Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan,” ungkap Patar.

 

Menurut Patar, revitalisasi membuat guru kini lebih tenang menjalankan pembelajaran.

 

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasa sangat nyaman, tidak ada lagi rasa ketakutan ketika hujan. Kami tetap menjalankan proses pembelajaran dengan baik,” katanya.

 

Murid Kembali Fokus Belajar

 

Dampak revitalisasi juga dirasakan langsung para peserta didik. Alifah Dzakiroh, murid kelas VIII, mengatakan kondisi ruang kelas sebelum revitalisasi membuat kegiatan belajar kurang nyaman.

 

“Sebelum mendapatkan renovasi dan saat terjadinya banjir, kelas kami seperti kuesi dan meja-mejanya ada yang rusak, sudah hancur juga. Jadi kalau kami belajar itu kurang fokus dan kurang nyaman,” ujar Alifah.

 

Kini, kondisi tersebut berubah. Ruang kelas yang telah direvitalisasi membuat Alifah dan teman-temannya dapat belajar dengan lebih nyaman dan fokus.

 

Hal senada disampaikan Febbi Mariana Wati Zai, murid kelas IX. Ia mengatakan sebelum revitalisasi selesai, keterbatasan ruang membuat peserta didik harus mengikuti pembelajaran dalam dua sesi, pagi dan siang.

 

Kondisi itu berubah setelah seluruh ruang kelas kembali dapat digunakan.

 

“Setelah revitalisasi, kami jadi lebih nyaman lagi untuk belajar dan lebih fokus. Kalau dulu atap-atap masih bocor, sekarang setelah mendapat revitalisasi kelas kami jadi lebih nyaman, lebih sejuk, lebih enak untuk mendengar pelajaran yang dijelaskan oleh guru,” kata Febbi.

 

Ia juga merasa senang karena seluruh siswa kini dapat mengikuti pembelajaran pada waktu yang sama.

 

“Setelah revitalisasi, kami sudah dapat ruangannya semua dan bisa berkumpul, masuk pagi hari, serta bertemu teman-teman yang lain,” ujarnya.

 

Pemkot Medan Siapkan Mebel Sekolah

 

Pemulihan SMP Negeri 16 Medan juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas bantuan revitalisasi sekolah tersebut.

 

Rico mengatakan Pemkot Medan akan melanjutkan dukungan, khususnya dalam pemenuhan mebel sekolah yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan akibat banjir.

 

“Terima kasih Bapak Menteri atas dukungannya pada SMP Negeri 16 ini. Tentunya fasilitas sekolah akan kita perbaiki juga, dan mebel juga akan kami isi kembali,” kata Rico.

 

Ia menuturkan SMP Negeri 16 Medan termasuk sekolah yang cukup parah terdampak banjir pada tahun sebelumnya. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan, tetapi juga meja dan fasilitas belajar peserta didik.

 

Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan satuan pendidikan yang terdampak bencana. Lebih dari sekadar memperbaiki fisik sekolah, program tersebut diarahkan untuk menghadirkan ruang belajar yang aman, sehat, nyaman, sekaligus mendukung keberlangsungan proses pembelajaran.

 

Kini, hujan yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran bagi warga SMP Negeri 16 Medan perlahan berubah menjadi hal biasa. Guru kembali mengajar dengan tenang, sementara para murid dapat belajar bersama dalam ruang kelas yang lebih nyaman. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!