28.1 C
Jakarta

Spirit ‘Aisyiyah dalam Gerakan Menanam Pohon untuk Kelestarian Alam

Must read

PC IMM Semarang Luncurkan Buku “Ekspedisi Ideologi”

SEMARANG, MENARA62.COM -- Kader IMM Semarang kembali menunjukkan hasil produktivitasnya dengan Luncurkan Buku Bunga Rampai “Ekpedisi Ideologi” pada Ahad (17/01/2021). Buku ini berisi 22 tulisan...

Hadapi Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini 4 Hal yang Disiapkan RS Kanker Dharmais

JAKARTA, MENARA62.COM - Banyak pihak memprediksi terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 dampak dari liburan akhir tahun 2020. Menurut catatan terjadi rekor tertinggi dalam kasus...

Membangun Ketangguhan Masyarakat Di Tengah Bencana Pandemi Covid-19

Oleh: Farida Hidayati, S.Psi.Msi )* BENCANA memiliki lingkup yang luas, tidak terbatas pada bencana yang diakibatkan oleh alam. Situasi yang kita hadapi saat inipun yakni...

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Oleh: Deny Ana I’tikafia )*

Mengkader apapun sangat perlu ditumbukan pada jiwa insani dalam persyarikatan Muhammadiyah juga dalam ber ‘Aisyiyah.  Sabtu, 28 November 2020 M yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1442 H adalah hari menanam pohon Indonesia. Semua majelis, lembaga dan ortom dalam persyarikatan Muhammadiyah diharapkan saling mendukung dalam kegiatan tersebut.

Banyak hikmah yang kita petik dalam kegiatan kali ini, yaitu menanam pohon itu ibarat memelihara bayi, agar tumbuh sampai dewasa.Tidak hanya bergembira dalam menanam namun merawatnya hingga menjadi pohon dan bermanfaat bagi alam sekitar.

Begitu pula pada pengkaderan dalam persyarikatan, perlu jiwa besar yang mampu mengkader agar persyarikatan muhammadiyah lebih maju dan berkualitas dalam mengaktualisasikan diri, mengejar ketertinggalan dan menjadi insan yang berkemajuan dan berperadaban.

Belajar dari spirit Muhammadiyah yang bisa kita lihat dalam ucapan KH Dahlan sebagai berikut: Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mempergunakan akal fikirannya, untuk memikir, bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju?. Manusia harus mempergunakan fikirannya untuk mengoreksi soal I’tikad dan kepercayaanya, tujuan hidup dan tingkah-lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai sesat, akibatnya akan celaka dan sengsara selama-lamanya.

Selamat Hari Menanam Pohon Indonesia
Tetap semangat, patuhi protokol kesehatan
Pandemi belum berakhir
Salam Tangguh
Salam Kemanusiaan
Aisyiyah siap untuk selamat,

*Penuis adalah Wakil Ketua PDA Jepara

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

PC IMM Semarang Luncurkan Buku “Ekspedisi Ideologi”

SEMARANG, MENARA62.COM -- Kader IMM Semarang kembali menunjukkan hasil produktivitasnya dengan Luncurkan Buku Bunga Rampai “Ekpedisi Ideologi” pada Ahad (17/01/2021). Buku ini berisi 22 tulisan...

Hadapi Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini 4 Hal yang Disiapkan RS Kanker Dharmais

JAKARTA, MENARA62.COM - Banyak pihak memprediksi terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 dampak dari liburan akhir tahun 2020. Menurut catatan terjadi rekor tertinggi dalam kasus...

Membangun Ketangguhan Masyarakat Di Tengah Bencana Pandemi Covid-19

Oleh: Farida Hidayati, S.Psi.Msi )* BENCANA memiliki lingkup yang luas, tidak terbatas pada bencana yang diakibatkan oleh alam. Situasi yang kita hadapi saat inipun yakni...

Banjir di Kalsel, LAPAN Temukan Terjadi Perubahan Penutup Lahan yang Signifikan

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan analisa penyebab banjir yang terjadi sejak tanggal 12-13 Januari 2021...

Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sumedang Capai 29 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 1 (satu) korban meninggal dunia serta menemukan 1 (satu) orang yang dinyatakan hilang...