31.4 C
Jakarta

Summer Camp FT UMS Lahirkan Inovasi UMKM Berkelas Global

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi menutup rangkaian Science & Engineering Summer Camp 2026 melalui Closing Ceremony dan Gala Dinner di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (24/7/2026). Program internasional perdana hasil kolaborasi FT UMS dengan Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta itu sukses mempertemukan mahasiswa lintas negara untuk membangun inovasi berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

 

Mengusung tema Living with the Community: Exploring Local Challenges Across Cultures, Shaping Global Perspectives, kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 tersebut menawarkan konsep berbeda dari summer camp pada umumnya. Alih-alih berfokus pada wisata, peserta diajak terjun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemudian merancang solusi melalui pendekatan rekayasa dan inovasi.

 

Dekan Fakultas Teknik UMS, Prof. Ir. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Ph.D., IPM., mengatakan pendekatan tersebut dipilih agar mahasiswa memahami bahwa ilmu teknik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Mungkin ketika datang ke sini, kalian membayangkan summer camp yang berisi kunjungan ke museum atau destinasi wisata. Namun di sini kalian justru datang ke usaha kecil, belajar memahami persoalan mereka, lalu memberikan ide dan solusi,” ujarnya.

 

Menurut Solikin, program ini sekaligus menanamkan filosofi bahwa seorang insinyur tidak mengenal batas wilayah dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.

 

“Salah satu slogan yang saya yakini adalah Engineers Without Borders. Tidak ada batas bagi seorang engineer. Dunia adalah tempat kita berkontribusi. Engineer hadir bukan untuk menghindari masalah, tetapi untuk menjawab masalah,” tegasnya.

 

Ketua Panitia Science & Engineering Summer Camp 2026, Mohammad Nasrul Mubin, S.T., M.T., mengungkapkan program tersebut mendapat respons luar biasa dari mahasiswa internasional. Sebanyak 176 pendaftar dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika mengikuti proses seleksi administrasi serta wawancara sebelum dipilih menjadi peserta.

 

“Awalnya kami hanya berencana menerima 10 peserta internasional. Namun setelah proses seleksi, jumlahnya bertambah menjadi 12, meski satu peserta akhirnya membatalkan keikutsertaannya,” jelas Nasrul.

 

Secara keseluruhan, kegiatan diikuti 20 mahasiswa, terdiri atas 11 mahasiswa internasional, 6 mahasiswa Fakultas Teknik UMS, dan 3 mahasiswa UMPKU Surakarta.

 

Nasrul menjelaskan, penyelenggaraan program didukung Fakultas Teknik UMS melalui skema RPUPS yang diperkuat Hibah Pengabdian Dekan, sementara kolaborasi dengan UMPKU diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa sebagai peserta.

 

Selama lima hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari kelas design thinking dan startup, kunjungan ke UMKM batik untuk memetakan tantangan usaha, praktik membatik, hingga menyusun proyek inovasi yang dipresentasikan di hadapan dewan juri sebagai luaran akhir program. Peserta juga diperkenalkan dengan budaya Indonesia melalui pertunjukan Wayang Orang Sriwedari.

 

Pada malam penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik. Gelar Best Active Participant diraih Moh’d Khamis Moh’d, mahasiswa asal Tanzania dari Nusa Putra University.

 

Ia mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena menggabungkan inovasi teknologi dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

 

“Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang inovasi. Kesempatan belajar di UMS menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” katanya.

 

Menurut Moh’d Khamis, pengalaman paling berkesan adalah mengembangkan proyek inovasi pada industri batik yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi modern.

 

“Sebagai seorang engineer, saya belajar bagaimana berinovasi tanpa menghilangkan budaya lokal. Itu pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

 

Ia juga memberikan apresiasi terhadap lingkungan akademik UMS yang dinilainya kondusif bagi pengembangan mahasiswa internasional.

 

“Saya sangat terkesan dengan UMS. Lingkungannya nyaman untuk mahasiswa, laboratoriumnya baik, dan saya mendapatkan banyak teman dari berbagai negara. Program ini membuka peluang kolaborasi internasional yang luar biasa,” pungkasnya.

 

Melalui Science & Engineering Summer Camp 2026, Fakultas Teknik UMS menegaskan komitmennya memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan masyarakat dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia di tingkat global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!