26.7 C
Jakarta

Terima Reporter Cilik, Menkes Ingatkan Bahaya Main Gawai

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Siang kemarin, 12 anak usia sekolah dasar duduk mengitari meja rapat Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Layaknya wartawan, para reporter cilik ini sebagian juga duduk lesehan di lantai. Mereka menunggu Menkes untuk sesi wawancara.

Ada 12 reporter cilik yang berasal dari sekolah dasar di sekitar DKI Jakarta, seperti Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Cibubur. Sambil menunggu menteri, kebanyakan dari mereka sibuk mempersiapkan daftar pertanyaan dan berlatih mewawancara.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyambut senang kedatangan para reporter cilik tersebut. Mereka berebut duduk dekat dengan Menkes sambil sesekali melempar pertanyaan. Tak berapa lama mereka pun memulai wawancara seputar kesehatan.

Satu persatu dari mereka memiliki kesempatan mengajukan pertanyaan kepada Menteri. Dalam wawancara itu Menkes Nila memberikan pengetahuan soal bagaimana menjaga kesehatan diri sendiri sejak anak-anak, makanan bergizi seimbang, pengaruh buruk bermain gadget terhadap mata, termasuk mengenalkan virus yang dapat menyerang tubuh manusia.

Menkes Nila mengatakan tugas Menteri Kesehatan membuat masyarakat Indonesia sehat. Upaya menjaga kesehatan itu harus dilakukan sejak bayi baru lahir.

“Bahkan untuk seorang ibu, upaya kesehatan harus dilakukan sejak dari masa remaja, agar ketika hamil dan melahirkan kesehatannya tetap terjaga dan melahirkan anak sehat,” katanya kepada reporter cilik.

Menkes juga menjelaskan kepada mereka bahwa kesehatan mata itu penting sekali. Dengan melihat anak-anak bisa menyerap pelajaran dengan baik. Salah satu yang dapat merusak penglihatan adalah penggunaan gawai dengan waktu yang lama dengan jarak mata dan layar gawai yang dekat.

Menkes mengaku keberadaan gawai bermanfaat bagi anak-anak seperti untuk menanyakan tempat jemput saat pulang sekolah, atau memberikan informasi penting apapun kepada anak. Tapi penggunaan gawai menjadi tidak bermanfaat adalah ketika penggunaannya tidak dikontrol, terutama harus diawasi oleh orang tua.

“Kalau lama-lama menggunakan gadget ada pengaruh ke mata, kecapean. Mata makin lonjong ke depan makin minus. Kadang-kadang ibu bapak tidak tahu anaknya mengalami masalah pada mata, sehingga mata yang harusnya sehat, untuk belajar dan membaca menjadi terganggu. Makanya penggunaan gadget itu ada waktunya dan harus diawasi oleh orang tua,” ucap Menkes.

Selain itu, Menkes juga menjelaskan betapa buruknya dampak dari merokok untuk kesehatan. Selain dapat merusak kesehatan perokok, juga dapat merusak kesehatan orang-orang terdekat.

Menkes meminta kepada anak-anak bagi ayahnya yang merokok untuk berhenti merokok dan yang tidak merokok jangan mencoba-coba merokok.

Kepada reporter cilik Menkes mengaku senang menjadi seorang Menteri Kesehatan, karena bisa mengetahui langsung kondisi kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga ketika ada masalah kesehatan yang dialami masyarakat di suatu daerah bisa langsung dilakukan pelayanan kesehatan.

Kedatangan reporter cilik itu dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli. Peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk kembali merenungi dan mempersiapkan kesehatan anak agar menjadi bangsa cerdas.

Menkes berpesan kepada anak Indonesia jadilah anak yang berguna.

“Kita berada di negara yang subur, jadi kita harus sehat. Kita punya sumber daya alam yang melimpah dan kita harus menjadi sumber daya manusia pintar. Kalau enggak sumber daya alam kita banyak diambilin orang lain nanti. Jadi anak Indonesia harus sehat dulu, baru segala macam bisa kita lakukan,” kata Menkes.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!