BOYOLALI, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Penyusunan Asesmen yang Tepat, Terukur, dan Bermutu: Wujud Bedah Soal yang Berkualitas”, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Arum Dyah Ripdianti, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri. Melalui pelatihan tersebut, para guru didorong untuk memahami prinsip penyusunan asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, terukur, dan mampu menggambarkan kompetensi peserta didik secara objektif.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menegaskan bahwa kualitas asesmen menjadi salah satu faktor penting dalam membangun mutu pendidikan. Menurutnya, kemampuan guru tidak hanya dituntut dalam menyampaikan materi, tetapi juga dalam mengukur keberhasilan pembelajaran secara tepat.
“Soal yang baik bukan sekadar soal yang sulit, melainkan soal yang mampu mengukur kompetensi siswa secara tepat. Jangan sampai soal dibuat hanya untuk mengejar nilai, tetapi tidak mampu menggambarkan kemampuan anak yang sesungguhnya,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Bedah Soal untuk Mengukur Kompetensi Siswa
Dalam pelatihan ini, guru memperkuat pemahaman mengenai berbagai prinsip penyusunan soal berkualitas. Aspek yang menjadi perhatian meliputi kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran, kejelasan indikator, ketepatan materi, serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami peserta didik.
Bedah soal juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan dalam instrumen penilaian sekaligus memperbaikinya agar lebih efektif dan bermakna.
Dengan instrumen asesmen yang tepat, guru diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih akurat mengenai tingkat pemahaman siswa. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Iin Marlinda, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Putri Endriastuti, turut mendukung penguatan kompetensi guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan di sekolah.
Dukungan tersebut menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sinergi seluruh unsur sekolah, mulai dari pengelolaan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar.
Asesmen Berkualitas, Pembelajaran Lebih Terarah
SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap IHT tidak berhenti pada peningkatan wawasan, tetapi berlanjut menjadi perubahan nyata dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Para guru diharapkan mampu menghasilkan soal yang berkualitas, melaksanakan penilaian secara lebih objektif, serta menyusun tindak lanjut pembelajaran berdasarkan hasil asesmen. Dengan demikian, penilaian tidak sekadar menghasilkan angka, tetapi juga menjadi alat untuk memahami kebutuhan belajar setiap siswa.
Bagi sekolah, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dilakukan dengan memperbaiki metode mengajar. Kualitas asesmen juga perlu mendapat perhatian agar ketercapaian tujuan pembelajaran dapat diketahui secara lebih akurat.
Asesmen yang tepat menghasilkan data yang akurat. Data tersebut menjadi landasan untuk memperbaiki pembelajaran secara berkelanjutan sehingga potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensi guru demi menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkemajuan, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.
Dengan mengusung semangat “Sekolahnya Calon Pemimpin Bangsa”, sekolah berupaya memastikan setiap proses pembelajaran didukung penilaian yang bermutu, sehingga siswa tidak hanya memperoleh nilai yang baik, tetapi juga berkembang sesuai kompetensi dan potensinya. (*)
