31.8 C
Jakarta

UHAMKA Inisiasi PRM Lenteng Agung Perkuat Dakwah Perkotaan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menginisiasi pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sebagai langkah strategis memperkuat dakwah komunitas perkotaan (urban dawah). Inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Pengajian Perdana di kawasan Lenteng Agung, Selasa (14/7/2026).

 

Mengusung tema “Menggembirakan Dakwah Muhammadiyah, Bergerak dari Bawah”, kegiatan ini menjadi wujud komitmen Muhammadiyah dalam memperluas gerakan dakwah hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus menjawab tantangan sosial masyarakat urban yang semakin kompleks.

 

Pengajian perdana digelar di kediaman Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA, Prof. Zulpahmi. Momentum tersebut sekaligus menjadi titik awal pembentukan kepengurusan PRM Lenteng Agung yang akan segera diformalkan melalui koordinasi bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jagakarsa.

 

Prof. Zulpahmi menegaskan bahwa pembentukan ranting merupakan bagian penting dalam menjaga vitalitas organisasi Muhammadiyah. Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memperkuat dakwah sekaligus menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

 

“UHAMKA siap berkomitmen penuh mendukung ekspansi persyarikatan. Kami berharap PRM Lenteng Agung menjadi pemantik lahirnya gerakan sosial-keagamaan yang mencerahkan dan memberi manfaat riil bagi ketahanan masyarakat perkotaan,” ujarnya.

 

Menurutnya, penguatan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan dakwah yang lebih dekat, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) RI, Naswardi, menyoroti pentingnya Muhammadiyah memanfaatkan pendekatan budaya sebagai media dakwah. Ia menilai dunia perfilman dan seni visual memiliki potensi besar untuk menjangkau masyarakat urban, khususnya generasi muda.

 

“Langkah taktis ini sangat sejalan dengan prinsip amar makruf nahi mungkar. Pendekatan kultural lewat perfilman dan seni visual dapat menjadi media dakwah modern yang sangat relevan dan mudah diterima masyarakat kota saat ini,” kata Naswardi.

 

Ia berharap kehadiran PRM Lenteng Agung dapat membuka ruang kolaborasi antara Muhammadiyah dengan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi seni, budaya, dan perfilman yang bernilai edukatif.

 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan, Edi Sukardi, menegaskan bahwa dakwah di wilayah perkotaan memerlukan kehadiran organisasi yang aktif membangun solusi atas berbagai persoalan sosial masyarakat.

 

Menurutnya, ranting Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi struktur administratif, tetapi harus tumbuh sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan penggerak kegiatan sosial-keagamaan.

 

“Dakwah perkotaan adalah kerja kolektif. Kehadiran PRM Lenteng Agung diharapkan mampu menjadi inkubator gerakan sosial yang inklusif demi meluaskan syiar Islam berkemajuan,” tegas Edi.

 

Senada dengan itu, Sekretaris PCM Jagakarsa, Indra Sutisna, berharap pembentukan PRM Lenteng Agung mampu mempercepat pemerataan manfaat gerakan Muhammadiyah di wilayah Jakarta Selatan sekaligus memperkuat sinergi antara persyarikatan, amal usaha, dan masyarakat.

 

Pengajian perdana tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PDM Jakarta Selatan Muhammad Iqbal, jajaran pimpinan fakultas UHAMKA, tokoh masyarakat, serta puluhan warga Muhammadiyah di kawasan Lenteng Agung.

 

Melalui inisiasi ini, UHAMKA menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memperkuat dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan Islam berkemajuan di tengah dinamika kehidupan perkotaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!