MADIUN, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi Muhammadiyah melalui kunjungan akademik ke Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Tempurrejo, Ngawi, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah UMJT membangun sinergi dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya perguruan tinggi yang berada di wilayah sekitar Madiun.
Rombongan UMJT dipimpin Wakil Rektor I UMJT, Dr. Fajar Junaedi, M.Si., bersama Kepala Bagian Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia (POSDM) Santosa Pradana Putra Setya Negara, S.Si., M.Biotech.
Turut hadir Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LJM) UMJT Rury Narulita, M.Kes., Kabag Administrasi Akademik Galih Wiratmoko, M.Kom., serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMJT, Dr. Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes.
Rombongan diterima Ketua dan Wakil Ketua STIT Muhammadiyah Tempurrejo beserta jajaran dosen.
Fajar Junaedi mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya UMJT membangun jaringan dengan PTMA terdekat. Sebelumnya, UMJT juga telah melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).
Menurutnya, jejaring antarperguruan tinggi Muhammadiyah dapat dikembangkan melalui kerja sama dalam empat bidang Catur Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
“Di bidang pengajaran kami tawarkan proses saling tukar-menukar dosen sehingga bisa menjadi rekognisi masing-masing kampus secara resiprokal,” ujar Fajar.
Ia menjelaskan, dosen UMJT dapat mengajar di STIT Muhammadiyah Tempurrejo, begitu pula sebaliknya. Selain pertukaran dosen, kolaborasi juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan akademik lainnya.
“Dosen UMJT mengajar di STIT Muhammadiyah Tempurrejo, Ngawi, demikian juga sebaliknya. Atau mengisi kegiatan yang bersifat akademik. Luarannya tentu adalah rekognisi,” katanya.
Dorong Riset dan Pengabdian Bersama
Dalam bidang penelitian, UMJT menawarkan kolaborasi riset dengan STIT Muhammadiyah Tempurrejo. Kedua perguruan tinggi dapat menjadi mitra penelitian sesuai kebutuhan dan bidang keilmuan masing-masing.
“Kalau di UMJT butuh mitra bisa bekerja sama dengan STIT Muhammadiyah Tempurrejo, Ngawi dan begitu juga sebaliknya,” jelas Fajar.
Skema serupa juga ditawarkan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kedua perguruan tinggi diharapkan dapat saling menjadi mitra dalam merancang dan menjalankan program pengabdian.
Sementara dalam bidang AIK dan Kemuhammadiyahan, UMJT mengajak STIT Muhammadiyah Tempurrejo membangun kesepahaman untuk mengembangkan berbagai kegiatan secara kolektif.
Salah satu bentuk yang dapat dikembangkan, kata Fajar, ialah kolaborasi organisasi mahasiswa, termasuk antara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMJT dan IMM STIT Muhammadiyah Tempurrejo.
“Kami berusaha dari sifat idealis konseptual jadi hal mudah diterapkan atau dikolaborasikan,” ujarnya.
Bidang Promosi Turut Dibuka
Selain Catur Dharma, UMJT juga membuka peluang kerja sama dalam bidang promosi dan pengenalan program studi.
Kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan cara kedua kampus saling mengenalkan program studi yang dimiliki kepada calon mahasiswa di wilayah masing-masing.
Fajar mencontohkan, apabila terdapat calon mahasiswa dari Ngawi yang ingin mengambil program studi yang belum tersedia di STIT Muhammadiyah Tempurrejo tetapi tersedia di UMJT, pihak STIT dapat mengarahkan calon mahasiswa tersebut untuk mempertimbangkan UMJT.
Begitu pula sebaliknya. Jika terdapat calon mahasiswa di wilayah Madiun yang ingin mengambil program studi yang tidak tersedia di UMJT tetapi tersedia di STIT Muhammadiyah Tempurrejo, UMJT dapat mengarahkan calon mahasiswa tersebut ke STIT.
Melalui kunjungan akademik ini, UMJT berharap hubungan antarkampus Muhammadiyah tidak berhenti pada komunikasi kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah melalui sinergi sumber daya, keilmuan, penelitian, pengabdian, serta pengembangan AIK. (MJK/*)

