SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengajak siswa MI Muhammadiyah Gedongan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui edukasi pemilahan sampah sejak dini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih dan mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026) tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M): Dosen-Tendik Berkontribusi bertajuk “Gerakan Sekolah Ceria: Cerdas Sains, Sehat, dan Peduli Lingkungan”.
Program ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut didampingi dosen Farmasi UMS, apt. Wahyu Utami, M.Si., Ph.D., bersama dua tenaga kependidikan UMS, yakni Anisa Dewi Rahayu, S.Si., selaku ketua tim, dan Nindy Samira Rahmi, S.Si., sebagai anggota. Sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Farmasi UMS dari jenjang sarjana, magister, dan doktor turut terlibat dalam pelaksanaannya.
Ketua tim, Anisa Dewi Rahayu, menjelaskan bahwa edukasi pemilahan sampah penting dilakukan karena pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Sekolah dinilai menjadi tempat strategis untuk menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini.
“Permasalahan sampah merupakan momok penting yang masih telaten menjadi permasalahan umum masyarakat hingga sekarang. Permasalahan ini muncul seiring dengan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah dan penanggulangannya,” ujar Anisa, Senin (12/10/2026).
Edukasi Interaktif hingga Praktik Kreatif
Untuk menarik perhatian siswa, tim UMS menyampaikan materi pemilahan sampah secara interaktif menggunakan presentasi PowerPoint dengan konten yang menarik. Penyampaian materi tersebut dilengkapi dengan pretest dan posttest untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum dan sesudah mengikuti edukasi.
Tim juga mengadakan kuis berhadiah yang disambut antusias oleh para peserta. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenali perbedaan sampah organik dan anorganik, termasuk contoh serta pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Tidak hanya mendapatkan materi, siswa juga mengikuti praktik melukis tempat sampah organik dan anorganik menggunakan galon bekas.
Aktivitas kreatif tersebut bertujuan mengajak siswa menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kembali barang bekas menjadi sarana pendukung pengelolaan sampah di sekolah.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mampu menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik beserta contohnya. Kegiatan pembelajaran melalui materi, kuis, dan praktik langsung membuat edukasi lingkungan lebih menarik dan mudah dipahami.
Dukung Terwujudnya Sekolah Adiwiyata
Melalui program ini, UMS berharap edukasi pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan positif di lingkungan MI Muhammadiyah Gedongan.
Kesadaran untuk memilah sampah sejak dini diharapkan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan siswa ketika berada di rumah dan lingkungan masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya peduli lingkungan di sekolah. Dengan keterlibatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat terus berkembang dan mendukung terwujudnya sekolah yang peduli serta berbudaya lingkungan menuju Adiwiyata. (*)
