BOYOLALI, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat kemandirian ekonomi Muhammadiyah di tingkat akar rumput melalui pendampingan usaha mikro Zahin Snack yang dikelola anggota Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Blagung, Boyolali.
Pendampingan yang digelar di Simo, Boyolali, Minggu (11/10/2026), tersebut berfokus pada pembenahan pengelolaan keuangan, penentuan harga jual, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pemasaran digital. Program ini diharapkan mampu mendorong Zahin Snack berkembang menjadi usaha yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Program bertajuk Pendampingan Pengelolaan Keuangan, Penentuan Harga, dan Pemasaran Produk Zahin Snack Berbasis Teknologi pada Ranting Muhammadiyah Blagung untuk Keberlangsungan Usaha itu dilaksanakan melalui skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) yang dikelola Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS.
Ketua Tim Pengabdi UMS, Dr. Eskasari Putri, S.E., M.Si., Akt., dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, mengatakan Zahin Snack memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, penguatan tata kelola menjadi kebutuhan mendasar agar usaha tersebut mampu bertahan dan tumbuh.
“Zahin Snack memiliki ghirah ekonomi yang luar biasa di tingkat ranting. Namun, tanpa sistem tata kelola dan pencatatan yang akuntabel, usaha akan sulit berkembang dan rentan mengalami stagnasi. Pendampingan ini hadir untuk memberikan sentuhan teknologi tepat guna dan manajemen modern agar Zahin Snack mampu naik kelas serta mandiri secara ekonomi,” ujar Eskasari, Senin (12/10/2026).
Benahi Keuangan hingga Strategi Pemasaran
Zahin Snack memproduksi beragam makanan ringan berbahan baku lokal, mulai dari keripik singkong, keripik tempe, keripik usus, hingga balung kethek atau balket.
Selain menjadi sumber penghasilan bagi keluarga pengelola, usaha tersebut juga berperan mendukung kegiatan sosial dan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting.
Meski memiliki potensi pasar, pengelolaan usaha selama ini masih menghadapi sejumlah kendala. Pencatatan keuangan belum sepenuhnya memisahkan kas usaha dan keuangan pribadi. Penentuan harga jual juga belum didasarkan pada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara terperinci.
Di sisi pemasaran, distribusi produk masih mengandalkan sistem titip jual di warung dan sejumlah mitra kantin lokal, termasuk UMS Mart, Kantin Danau UMS, dan ABC Mart Assalaam.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi UMS menyusun pendampingan melalui lima pilar utama, yakni penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), peningkatan kualitas produk, pembenahan keuangan, pemasaran digital, serta penerapan tata kelola usaha yang baik.
Pada aspek keuangan, pengelola Zahin Snack dibimbing menggunakan Microsoft Excel, Google Sheets, dan buku kas harian untuk mencatat transaksi secara lebih tertib.
Tim juga mendampingi perhitungan HPP dengan memperhitungkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Perhitungan tersebut menjadi dasar untuk menentukan harga jual yang tepat sekaligus membantu pengelola memahami keuntungan usaha secara lebih akurat.
Dapat Hibah Mesin Pengemas dan Pendampingan Digital
Untuk meningkatkan daya saing produk, UMS memberikan hibah teknologi tepat guna berupa mesin pengemas Continuous Band Sealer POWERPACK SFR-800LW/P.
Mesin tersebut diharapkan membantu meningkatkan kerapatan dan tampilan kemasan sehingga produk Zahin Snack lebih menarik bagi konsumen.
Pendampingan pemasaran juga diarahkan pada pemanfaatan Instagram dan TikTok untuk membuat konten promosi kreatif, optimalisasi WhatsApp Business, serta pendaftaran lokasi usaha melalui Google My Business agar lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Tak hanya berorientasi pada pemasaran, tim UMS turut mendorong peningkatan kualitas dan standardisasi produk melalui pendampingan dari bidang gizi kesehatan.
Pengelola diarahkan untuk mengembangkan camilan berbahan lokal, seperti singkong, ubi jalar, dan tempe, termasuk mengeksplorasi metode pengolahan rendah lemak melalui pemanggangan atau baking. Mitra juga didorong melengkapi informasi nilai gizi pada kemasan serta memenuhi persyaratan legalitas dan izin edar sesuai ketentuan.
Perkuat Nilai Islami dan Legalitas Usaha
Pilar lainnya adalah penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam praktik bisnis. Pendampingan ini menekankan pentingnya amanah, transparansi, kehalalan produk, serta praktik muamalah yang sesuai dengan prinsip Islam.
Pengelola juga mendapatkan edukasi mengenai tata kelola usaha yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), termasuk pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) usaha, serta pemisahan rekening pribadi dan rekening bisnis.
Tata kelola yang lebih tertib diharapkan meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha sekaligus membuka peluang akses terhadap sumber pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program ini dipimpin Eskasari dengan melibatkan tim lintas disiplin dari bidang akuntansi, manajemen, bisnis digital, teknik informatika, serta gizi kesehatan. Sebanyak 10 mahasiswa UMS dari berbagai disiplin ilmu turut dilibatkan untuk mendukung pelaksanaan program.
Keterlibatan mahasiswa tersebut diintegrasikan dengan rekognisi Satuan Kredit Semester (SKS) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mencakup kegiatan pengabdian kepada masyarakat, KKN tematik, hingga asistensi praktikum.
Target Omzet Naik 20 Persen
Melalui program P2M ini, UMS menargetkan tersusunnya sistem pencatatan keuangan beserta laporan laba rugi bulanan, serta dokumen perhitungan HPP dan harga jual yang akurat untuk sedikitnya tiga jenis produk Zahin Snack.
Program tersebut juga menargetkan terbentuknya minimal satu akun pemasaran digital aktif dan peningkatan omzet penjualan sebesar 20 persen. Selain itu, pemahaman mitra mengenai muamalah Islami ditargetkan meningkat 70 persen berdasarkan modul AIK yang digunakan.
Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam menerapkan catur dharma perguruan tinggi sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, penguatan industri dan inovasi, konsumsi bertanggung jawab, serta kemitraan.
Melalui penguatan manajemen, teknologi, kualitas produk, dan nilai-nilai Islami, UMS berharap Zahin Snack dapat tumbuh sebagai usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing. Lebih dari itu, pengembangan usaha ini diharapkan memperkuat peran ekonomi PRPM Blagung sekaligus menopang keberlanjutan kegiatan sosial dan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting. (*)

