25.6 C
Jakarta

Webinar Universitas Moestopo: Mengatasi Hambatan Kultural dalam Metode Pembelajaran Daring

Must read

Dibekali Kompetensi Standar STCW 2010, Lulusan Sekolah BPSDMP Siap Bersaing dalam Dunia Kerja

SEMARANG, MENARA62.COM -- Sesuai dengan Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila Tahun 2010, lembaga pendidikan haruslah memiliki mutu yang baik dan...

Kemendikbud Latih Calon Caregiver untuk Lansia di Jepang

JAKARTA, MENARA62.COM - Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud terus berupaya meningkatkan kebekerjaan (employability) lulusan SMK. Salah satu upaya...

PP-MSI Dukung Sikap Kemendikbud untuk Pertahankan Pelajaran Sejarah

JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) menyambut baik sikap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan tetap mempertahankan pelajaran sejarah pada kurikulum...

Menyikapi Ujian Sekolah dan Ujian dari Allah

Oleh Ashari, SIP* Hari-hari ini, anak-anak kita yang duduk di bangku SD, SMP/MTs dan SMA/SMK, sedang mengikuti PTS (Penilaian Tengah Semester) secara daring. Selama seminggu....

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah memaksa lembaga pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi mengubah metode pembelajaran dari tatap muka (offline) menjadi daring (online). Metode pembelajaran ini sebenarnya cepat atau lambat pasti akan digunakan seiring era industri 4.0.

Hanya saja dalam perubahan metode pembelajaran yang saat ini terjadi, guru, dosen maupun sekolah dan kampus tidak memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri. Pandemi Covid-19 telah memaksa satuan pendidikan dan para pengajarnya untuk langsung praktik pembelajaran secara daring.

“Pandemi Covid-19 memaksa kita, mau tidak mau harus segera menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perubahan yang lebih cepat dan maju,” kata Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo Dr. Prasetya Yoga Santoso, MM pada Live Workshop Virtual – Metode Penelitian untuk Inovasi Pembelajaran, Kamis (9/7/2020).

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo Dr. Prasetya Yoga Santoso, MM

Workshop yang dimoderatori Drs M Muminto Arief M.I. Kom, dosen FIKOM Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) tersebut menampilkan pembicara Guru Besar UNY Prof Dr Sugiyono, Drs Darman, M.Pd, dosen Universitas Negeri Padang dan Dr Benny Agus, Dosen UT.

Dalam sistem pembelajaran daring ini, lanjut Prasetya, peran guru kemudian digantikan oleh orang tua. Ini tentu menimbulkan berbagai hambatan kultural di tengah masyarakat.

Beberapa hambatan yang banyak dijumpai antara lain kuota data internet habis, keterbatasan dana untuk membeli kuota data, kurangnya penjelasan dosen atau guru terhadap peserta didik karena hanya memberikan tugas kepada peserta didik, persoalan signal internet dan lainnya.

Hambatan-hambatan tersebut tentu harus dicarikan solusinya, mengingat pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Karena itulah, adaptasi model pembelajaran harus terus dilakukan oleh satuan pendidikan.

Sementara itu Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Prof Sugiyono dalam materinya menjelaskan pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah metode pembelajaran di sekolah-sekolah dan kampus. Akibat Covid-19, gedung sekolah menjadi tidak terpakai, tidak ada tatap muka antara guru dengan siswa sehingga kurang inspiratif, banyak guru mengajar dengan daring lebih banyak memberikan tugas kepada siswa.

“Hasil belajar baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik selama pembelajaran daring belum kita ketahui seperti apa,” katanya

Dalam kesempatan tersebut, Prof Sugiyono juga banyak menyoroti pentingnya guru atau dosen sebagai manajer dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Dibutuhkan ketrampilan manajemen dari guru dan dosen untuk menciptakan sistem pembelajaran jarak jauh yang lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Tindakan manajemen pengajaran tersebut mulai dari perencanaan (planning), sistem pengawasan (controling) hingga evaluasi hasil pembelajaran.

Prof Dr Sugiyono, Guru Besar UNY

“Manajemen akan berlangsung baik jika manajernya baik. Manajer disini adalah guru atau dosen yang diberi tugas mengajar,” jelas Prof Sugiyono.

Ia mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring, hal yang harus diingat adalah bahwa materi daring harus menarik, jaringan berfungsi baik, guru mengajar secara interaktif melalui daring, perlu kreativitas, perlunya mengukur keberhasilan serta melibatkan orangtua atau lingkungan.

Sementara itu Darman, Dosen Universitas Negeri Padang mengatakan pembelajaran secara daring tidak akan efektif selama sistem dan manajemen pembelajaran belum dilaksanakan dengan baik.

Ia mengingatkan bahwa dalam pembelajaran daring, konsep utama yang dibangun adalah bahwa peserta belajar secara mandiri dan dilaksanakan ditengah masyarakat. Pembelajaran jarak jauh ini tidak memungkinkan peserta didik diberi penjelasan secara maksimal. Itu sebabnya, peserta didik harus mencari tahu secara mandiri agar sesuai Kurikulum 13.

“Berbagai hambatan di lapangan harus dicarikan solusinya agar pembelajaran jarak jauh berlangsung efektif dan efisien,” tutupnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dibekali Kompetensi Standar STCW 2010, Lulusan Sekolah BPSDMP Siap Bersaing dalam Dunia Kerja

SEMARANG, MENARA62.COM -- Sesuai dengan Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila Tahun 2010, lembaga pendidikan haruslah memiliki mutu yang baik dan...

Kemendikbud Latih Calon Caregiver untuk Lansia di Jepang

JAKARTA, MENARA62.COM - Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud terus berupaya meningkatkan kebekerjaan (employability) lulusan SMK. Salah satu upaya...

PP-MSI Dukung Sikap Kemendikbud untuk Pertahankan Pelajaran Sejarah

JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) menyambut baik sikap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan tetap mempertahankan pelajaran sejarah pada kurikulum...

Menyikapi Ujian Sekolah dan Ujian dari Allah

Oleh Ashari, SIP* Hari-hari ini, anak-anak kita yang duduk di bangku SD, SMP/MTs dan SMA/SMK, sedang mengikuti PTS (Penilaian Tengah Semester) secara daring. Selama seminggu....

Fenomena Bunuh Diri, Mengapa Menjadi Solusi?

Oleh: Ashari, SIP* PERNAH kita dikejutkan dengan pemandangan yang membuat bulu kuduk berdiri. Satu keluarga di Cirebon dan Pekalongan melakukan aksi bunuh diri dengan cara...