31.8 C
Jakarta

13 Formatur PPNA Terpilih, Monica Raih Suara Tertinggi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menetapkan 13 formatur tetap Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan dilakukan melalui mekanisme e-voting yang diikuti peserta Muktamar dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Sebanyak 855 peserta menggunakan hak pilih dalam pemungutan suara. Dari proses tersebut, tercatat 11.115 suara masuk yang menjadi dasar penentuan 13 formatur tetap PPNA periode 2026–2030.

 

Penetapan 13 formatur ini menjadi tahapan penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi kader perempuan muda Muhammadiyah.

 

Sebelum memasuki tahap pemilihan di Muktamar ke-15, proses kaderisasi telah berlangsung secara bertahap. Sebanyak 68 kader Nasyiatul Aisyiyah sebelumnya terdaftar sebagai calon sementara anggota PPNA periode 2026–2030.

 

Jumlah tersebut kemudian diseleksi hingga Tanwir III menetapkan 39 calon tetap PPNA periode 2026–2030. Mereka selanjutnya mengikuti proses pemilihan melalui Muktamar ke-15.

 

Monica Subastia Raih Suara Tertinggi

 

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang diumumkan Panitia Pemilihan, Monica Subastia memperoleh suara terbanyak dengan 725 suara.

 

Berikut 13 formatur tetap PPNA periode 2026–2030:

 

No.| Nama| Suara

1| Monica Subastia| 725

2| Desi Ratna Sari| 680

3| Syahdara Anisa Makruf| 675

4| Uswatun Hasanah Sein| 661

5| Sumarni Susilowati| 651

6| Dwi Setyowati| 604

7| Oom Komariah| 569

8| Dwi Astuti| 556

9| Mutmainnah| 541

10| Rini Marlina| 527

11| Fatihah Nur| 514

12| Lia Karisma Saraswati| 444

13| Lesti Kaslati Siregar| 380

 

Hasil tersebut menandai berakhirnya tahapan pemilihan formatur dan sekaligus membuka tahapan baru dalam pembentukan kepemimpinan PPNA periode 2026–2030.

 

Formatur Tentukan Ketua Umum PPNA

 

Setelah 13 formatur ditetapkan, proses belum berhenti. Para formatur selanjutnya akan bermusyawarah untuk menyusun komposisi kepemimpinan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026–2030.

 

Musyawarah tersebut juga akan menentukan Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah beserta jajaran pimpinan untuk periode empat tahun mendatang.

 

Tahapan ini menjadi bagian penting dari mekanisme organisasi untuk memastikan kepemimpinan baru Nasyiatul Aisyiyah memiliki legitimasi sekaligus mampu meneruskan agenda gerakan organisasi.

 

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta menjadi momentum regenerasi kepemimpinan kader muda perempuan Muhammadiyah.

 

Kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan gerakan dakwah, pemberdayaan perempuan, serta memperkuat kontribusi Nasyiatul Aisyiyah bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

 

Dengan ditetapkannya 13 formatur, perhatian selanjutnya tertuju pada hasil musyawarah mereka dalam menentukan Ketua Umum PPNA dan jajaran pimpinan periode 2026–2030. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!