30 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Solo Gelar One Day Ramadan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Sekolah Dasar Muhammadiyah (SD) Muhammadiyah 1 Solo menggelar program One Day Ramadan Berkemajuan sebagai bagian dari penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (9/6/2026) dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah sekaligus membentuk karakter religius siswa.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menjelaskan bahwa sebagai pelopor sekolah karakter yang berdiri sejak 1935, momentum Ramadan menjadi sarana penting dalam proses pengkaderan generasi berkemajuan, baik secara akademik maupun spiritual.

Menurutnya, Ramadan merupakan kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan peningkatan kualitas diri.

“Ramadan adalah momentum upgrade diri. Kami berharap setelah Ramadan, warga sekolah semakin dekat dan mencintai Allah, Rasul, Al-Qur’an, orang tua, guru, sesama, ilmu, kebersihan, serta tanah air,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut diharapkan bermuara pada pembentukan pribadi yang lebih disiplin, empati, dan memiliki mental pemenang. Karena itu, sekolah menginisiasi kegiatan One Day Ramadan Berkemajuan sebagai sarana pembinaan karakter bagi siswa.

Suasana sekolah yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 1 Barat, kawasan Pura Mangkunegaran, Jawa Tengah, pun berubah layaknya pondok pesantren selama kegiatan berlangsung. Para siswa memulai kegiatan sejak pukul 07.30 WIB dengan salat Duha berjemaah, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an, praktik salat dengan bacaan jahr (keras), serta hafalan surat-surat pendek menggunakan kartu mutabaah.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama. Sebanyak 800 paket takjil dibagikan kepada siswa hasil kolaborasi sekolah dengan KL Lazismu Solo.

“One Day Ramadan Berkemajuan diakhiri dengan salat Tarawih 11 rakaat dengan formasi empat, empat, dan tiga. Salat dipimpin langsung oleh dai champions standardisasi MUI Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko M.Pd, pada pukul 20.15 WIB,” jelas Sayekti.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pelaksanaan pesantren Ramadan ini mampu menumbuhkan karakter mandiri pada peserta didik. Para wali kelas bersama guru mata pelajaran melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Sayekti berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadan adalah bulan tarbiyah sekaligus bulan ramah anak. Ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar banyak hal, mulai dari disiplin beribadah hingga menumbuhkan kepedulian sosial,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!