SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar kegiatan temu wali mahasiswa sekaligus evaluasi masa studi bagi mahasiswa angkatan 2019 hingga 2022. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung Sekolah Pascasarjana, Kampus 2 UMS (25/4), dan menjadi salah satu langkah nyata program studi dalam mendorong percepatan kelulusan mahasiswa.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan program studi, dosen pembimbing akademik, dosen pembimbing skripsi, mahasiswa, serta orang tua atau wali mahasiswa. Suasana yang tercipta sejak awal terasa hangat namun penuh keseriusan, karena kegiatan ini tidak hanya menjadi forum informasi, tetapi juga ruang refleksi bersama antara mahasiswa, orang tua, dan pihak kampus.
Ketua Program Studi PTI UMS, Sukirman, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan kondisi perkembangan studi mahasiswa dari angkatan 2019 hingga 2022, termasuk tantangan yang paling banyak dihadapi, yakni keterlambatan dalam penyelesaian tugas akhir atau skripsi.
Sukirman menegaskan bahwa percepatan penyelesaian studi menjadi hal yang sangat penting, terutama di tengah rencana perubahan kurikulum yang akan diterapkan dalam waktu dekat. “Perubahan tersebut berpotensi berdampak pada mahasiswa yang belum menyelesaikan studinya, seperti adanya penyesuaian mata kuliah hingga kemungkinan pengambilan ulang beberapa mata kuliah tertentu. Hal ini tentu dapat memperpanjang masa studi apabila tidak segera diantisipasi,” kata Sukirman, Jumat (1/5).
Lebih lanjut, Sukirman juga memaparkan data perkembangan mahasiswa secara bertahap, mulai dari mahasiswa yang sudah memasuki tahap akhir, yang masih dalam proses bimbingan, hingga yang mengalami kendala dalam pengerjaan skripsi. Penyampaian data ini menjadi bahan refleksi bersama agar mahasiswa dan wali dapat memahami posisi masing-masing secara lebih jelas.
Pertemuan waktu itu berlangsung interaktif dan emosional. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang mereka alami secara langsung. Beberapa mahasiswa mengungkapkan kesulitan dalam menentukan arah penelitian, kesulitan teknis dalam pengerjaan, hingga kendala motivasi yang membuat proses pengerjaan skripsi tertunda.
Di sisi lain, kehadiran orang tua menjadi momen yang cukup menyentuh. Beberapa wali mahasiswa dengan penuh harap menyampaikan keinginan agar anak-anak mereka dapat segera menyelesaikan pendidikan. Bahkan, salah satu orang tua terlihat menitikkan air mata saat menyampaikan harapannya di hadapan dosen dan program studi. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik mahasiswa tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga membawa harapan besar dari keluarga.
Menanggapi hal tersebut, pihak program studi memberikan berbagai solusi konkret yang dapat segera diterapkan. Mulai dari peningkatan intensitas bimbingan, penguatan komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing, hingga pendampingan khusus bagi mahasiswa yang mengalami hambatan. Program studi juga membuka ruang konsultasi yang lebih fleksibel agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendiri dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
Sukirman kembali menegaskan bahwa program studi berkomitmen penuh untuk mendampingi mahasiswa hingga lulus.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapat perhatian dan pendampingan yang cukup. Tidak ada yang dibiarkan berjalan sendiri. Yang kami harapkan, mahasiswa juga memiliki kemauan untuk bergerak, karena keberhasilan ini harus diusahakan bersama,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara kampus dan orang tua dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa. Dengan adanya komunikasi yang terbuka, diharapkan orang tua dapat lebih memahami kondisi akademik anak, sekaligus memberikan dukungan moral yang dibutuhkan selama proses penyelesaian studi.
Di akhir kegiatan, suasana kembali mencair dengan adanya sesi refleksi singkat yang mengajak mahasiswa untuk menetapkan komitmen pribadi dalam menyelesaikan studinya. Beberapa mahasiswa tampak lebih termotivasi dan menyadari pentingnya menyelesaikan skripsi tepat waktu, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang telah memberikan dukungan penuh.
Melalui kegiatan ini, PTI UMS menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya fokus pada proses belajar, tetapi juga pada keberhasilan mahasiswa hingga tahap akhir. Harapannya, kegiatan ini menjadi titik balik bagi mahasiswa untuk lebih serius, lebih terarah, dan segera menuntaskan perjalanan akademiknya. (*)

