MADIUN, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) terus menggencarkan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Kantor Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini diikuti perangkat kelurahan se-Kecamatan Manguharjo. Para peserta tampak antusias menyimak paparan dari tim PMB UMMAD, terutama saat diperkenalkan dua program unggulan yang dinilai relevan dengan kebutuhan aparatur desa dan masyarakat, yakni Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Sarjana Desa.
Program RPL memberikan kesempatan bagi praktisi maupun aparatur yang telah memiliki pengalaman kerja untuk mengonversi pengalaman tersebut menjadi Satuan Kredit Semester (SKS). Melalui skema ini, peserta dapat menyelesaikan pendidikan tinggi lebih cepat dengan biaya yang lebih terjangkau.
Sementara itu, Program Sarjana Desa dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Program ini ditujukan bagi aparatur desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, hingga Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD). Peserta juga mendapatkan fasilitas bebas biaya pengembangan serta biaya kuliah yang tetap terjangkau.
Ketua Tim Penerimaan Mahasiswa Baru UMMAD, Rakhma Widya Darojah, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa UMMAD berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan daerah.
Menurutnya, UMMAD tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam moderat dengan kurikulum berorientasi Outcomes Based Education (OBE).
“UMMAD bukan sekadar kampus biasa. Kami memiliki komitmen kuat dalam pengembangan SDM berbasis nilai-nilai Islam yang moderat, kurikulum berorientasi Outcomes Based Education, serta fasilitas modern yang terus ditingkatkan,” ujar Rakhma.
Ia menambahkan, kehadiran Program RPL dan Sarjana Desa merupakan solusi nyata bagi aparatur desa dan perangkat pemerintahan yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan tugas utama mereka.
“Program ini kami hadirkan agar para aparatur dapat meningkatkan kapasitas diri secara fleksibel. Itulah mengapa UMMAD menjadi pilihan terbaik di Madiun: terjangkau, berkarakter, relevan dengan kebutuhan daerah, serta siap mencetak lulusan unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Kota Madiun dan sekitarnya,” jelasnya.
Sosialisasi tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta. Sejumlah perangkat kelurahan menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur RPL maupun Program Sarjana Desa, mengingat fleksibilitas waktu kuliah dan biaya yang ditawarkan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi PMB UMMAD Tahun Akademik 2026/2027 yang terus dilakukan ke berbagai instansi pemerintahan, sekolah, serta komunitas di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi pmb.ummad.ac.id atau dengan menghubungi langsung tim PMB UMMAD. (fj)

