KLATEN, MENARA62.COM – Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Taman Lampion, Klaten Utara, Jumat (20/3/2026), berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah salat Ied bersama.
Bertindak sebagai imam, Sam’un Triana Al Hafidz dari Ma’had Ar Ridho Klaten memimpin jalannya salat dengan tertib. Sementara itu, khutbah disampaikan oleh Prof. Ir. H. Sarjito, Ph.D., Ketua Umum Konsorsium Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (LPPM PTMA).
Dalam khutbahnya yang bertajuk Idul Fitri: Momentum Memetik Tiga Pelajaran Kehidupan, Sarjito menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momen refleksi spiritual setelah menjalani ibadah Ramadan.
Pelajaran pertama yang disampaikan adalah kesadaran tentang usia. Ia mengingatkan bahwa setiap Idulfitri sejatinya menandai berkurangnya umur manusia. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk terus mengevaluasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. “Ramadan adalah neraca tahunan, tempat kita mengukur kualitas ibadah dan kehidupan,” ujarnya.
Pelajaran kedua adalah pentingnya taubat. Menurutnya, Ramadan merupakan bulan penuh ampunan yang seharusnya meninggalkan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Idulfitri menjadi momentum kembali kepada fitrah, yakni kesucian hati. Ia juga mengingatkan agar umat tidak berputus asa dari rahmat Allah, karena kasih sayang-Nya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Adapun pelajaran ketiga adalah kesabaran. Sarjito menjelaskan bahwa Ramadan telah melatih umat Islam untuk menahan diri, baik dari lapar, dahaga, maupun hawa nafsu. Kesabaran sejati, lanjutnya, adalah kemampuan menerima ujian sejak awal datangnya cobaan. Ia mencontohkan keteladanan para nabi, seperti Nabi Ayyub AS, yang tetap sabar dalam menghadapi ujian berat.
Menutup khutbahnya, Sarjito mengajak jamaah menjadikan Idulfitri sebagai titik awal kehidupan yang lebih baik. Ia berharap nilai-nilai Ramadan—seperti keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan—dapat terus dijaga sepanjang tahun.
“Semoga setelah Ramadan, usia kita semakin bermanfaat, taubat semakin sungguh-sungguh, dan kesabaran semakin kuat,” pesannya.
Salat Idulfitri di Taman Lampion Klaten pun berlangsung lancar dan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan serta kekuatan spiritual umat dalam merayakan hari kemenangan. (*)
