SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi meluncurkan Penerimaan Murid Baru (PMB) SD UMS Global Citizen Labschool FKIP UMS Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (11/5), di SD Muhammadiyah International yang berada di Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. Peluncuran tersebut menjadi langkah baru UMS dalam memperkuat pendidikan dasar berorientasi global dan berkemajuan.
Kegiatan launching ini dihadiri: Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.; Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si.; Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum.; jajaran pimpinan UMS; Kepala Sekolah SD UMS Global Citizen, Nasrul Harahab; serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Acara juga diikuti calon murid dan wali murid yang antusias mengenal sekolah baru tersebut.
“SD UMS Global Citizen harus dibangun dengan cita rasa global dan harus memiliki visi internasional yang diwujudkan melalui kualitas pembelajaran, budaya sekolah, dan pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Harun saat memberikan sambutan.
Ia menekankan empat karakter utama yang harus menjadi identitas sekolah, yakni champion, different, unique, dan progressive. Harun berharap SD UMS Global Citizen mampu menjadi sekolah dasar unggulan yang berbeda dari sekolah lainnya.
“Kalau SD UMS Global Citizen ini mau didesain menjadi kelas global, cita rasanya harus global, mimpinya global, idenya global, dan visinya global,” ujar Harun di hadapan tamu undangan.
Momentum launching juga diwarnai interaksi hangat Rektor UMS dengan calon murid baru bernama Ayndra. Dalam kesempatan itu, Ayndra mengaku sangat senang akan bersekolah di SD UMS Global Citizen.
Harun menyebut kehadiran SD UMS Global Citizen sebagai bonus besar bagi UMS setelah sebelumnya berdiri BIM University yang juga berada di bawah pengelolaan UMS. Menurutnya, dalam waktu singkat UMS berhasil melahirkan dua institusi pendidikan baru sekaligus.
Ketua BPH UMS, Marpuji Ali mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari proses panjang Muhammadiyah dalam menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas.
“SD UMS Global Citizen memiliki modal kuat karena telah didukung fasilitas megah dan visi internasional sejak awal berdiri,” ujar Marpuji.
Marpuji menargetkan SD UMS Global Citizen dapat menjadi sekolah unggulan mulai dari tingkat Kartasura hingga nasional. Ia juga meminta seluruh pengelola sekolah menjaga disiplin, kualitas, dan komitmen agar sekolah tersebut menjadi teladan bagi sekolah Muhammadiyah lainnya.
Sementara itu, Dekan FKIP UMS, Anam Sutopo menjelaskan SD UMS Global Citizen akan menonjolkan penguatan bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin. Selain itu, sekolah juga akan memperkuat kemampuan teknologi digital serta pendidikan religius bagi para murid.
Anam menambahkan UMS menargetkan pengembangan kualitas guru hingga berkualifikasi doktor dalam kurun waktu 10 tahun. Pada tahun pertama penerimaan siswa, SD UMS Global Citizen membuka satu rombongan belajar dengan kuota sekitar 10 hingga 15 siswa sebagai bentuk komitmen mengedepankan kualitas dibanding kuantitas. (*)
