30.2 C
Jakarta

Dipi Urban Farming dan MUI Surakarta Gelar Workshop Budidaya Sayur Sehat di Lahan Terbatas

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Upaya mendorong ketahanan pangan keluarga melalui budidaya mandiri terus digaungkan. Dipi Urban Farming bekerja sama dengan Komisi Komunikasi dan Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta menggelar Workshop Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Budidaya Sayur Sehat di Lahan Terbatas, Jumat (17/4/2026), di Aula SD Negeri Tugu, Jebres, Surakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-4 Kampung Seni Kentingan dan UMKM ASRI RW 10 dan RW 11 Kentingan, Jebres, yang juga diramaikan dengan Festival Dalang Cilik dan Tari, serta pameran UMKM dan kuliner.

Workshop menghadirkan Drs. Djoko Purwanto, MBA, Owner Dipi Urban Farming sekaligus Kominfo MUI Surakarta, sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami cara budidaya sayur sehat secara praktis, murah, dan aplikatif, bahkan di lahan terbatas.

Dukung Ketahanan Pangan, Warga Diajak Mandiri Tanam Sayur Sehat

Djoko Purwanto menjelaskan, workshop ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan sayuran sehat di tingkat keluarga.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang mulai berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, keterampilan menanam pangan sendiri menjadi semakin relevan.

“Workshop ini penting untuk mendorong masyarakat belajar budidaya sayur sehat secara mandiri, sehingga bisa membantu kebutuhan pangan keluarga sekaligus lebih hemat,” ujarnya.

Kenalkan Hidroponik Murah Tanpa Listrik dan Pompa Air

Tidak hanya mendapat materi teori praktis, peserta juga diajak melihat langsung contoh hasil budidaya berbagai jenis sayuran sehat, mulai dari pakcoy, caisim, sawi pagoda, selada hijau dan merah, kangkung, seledri, bayam, cabai, tomat, hingga terong.

Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah pengenalan sistem hidroponik sederhana tanpa listrik, tanpa pompa air, tanpa tandon, serta tanpa pupuk AB Mix.

Metode yang dikembangkan Dipi Urban Farming ini dinilai menjadi solusi inovatif bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam secara hemat, praktis, namun tetap produktif.

“Berdasarkan pengalaman kami, dengan cara sederhana ini tetap bisa panen aneka sayur sehat,” jelas Djoko.

Inspirasi Urban Farming di Rumah dengan Lahan Terbatas

Workshop ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah, halaman sempit, maupun ruang terbatas lainnya untuk budidaya sayur sehat secara mandiri.

Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, urban farming juga dinilai bisa menjadi peluang ekonomi produktif bagi masyarakat.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat warga terhadap praktik pertanian perkotaan atau urban farming, terutama yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, Dipi Urban Farming dan MUI Surakarta berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak membangun kemandirian pangan dari rumah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!