SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi melalui pengelolaan dan transformasi Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali (ITBM-BIM University).
Sebagai institusi yang kini mengelola penuh kampus tersebut, UMS mendukung penuh percepatan transformasi kelembagaan dan akademik berbasis modernisasi teknologi informasi.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa langkah pengembangan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dengan semangat kolaborasi.
“Transformasi ini tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga untuk membangun fondasi kampus yang kompetitif di masa depan,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu, (19/4).
Dalam upaya mempercepat transformasi, UMS mengirimkan tiga guru besar untuk mendampingi pengembangan kampus di Bali. Di bidang manajemen, UMS mengirimkan Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E. Selanjutnya di bidang pendidikan, UMS mengirimkan Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., dan Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., untuk memperkuat kepemimpinan.
“Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi sistem informasi, serta pengembangan talenta inovatif,” terangnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata peran UMS dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui penguatan jejaring kelembagaan di tingkat nasional.
Saat ini, ITBM-BIM dengan sokongan dari UMS tengah mengembangkan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Beberapa program studi yang tengah dikembangkan meliputi Manajemen, Hukum, Sistem Informatika, dan Sistem Informasi yang menyasar kebutuhan generasi milenial.
Selain itu, ITBM-BIM juga tengah menyiapkan pembukaan program studi berbasis kesehatan seperti Gizi dan Fisioterapi sebagai bagian dari penguatan bidang unggulan.
“Pengembangan tersebut diharapkan mampu mendukung posisi Denpasar sebagai kota wisata berkelas dunia dengan ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif,” kata Harun. (*)
