PALANGKA RAYA, MENARA62.COM – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi pada 20–24 April 2026 di Aula Hotel Aurila, Jalan Adonis Samad, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang perwakilan komunitas penggerak literasi dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya strategis Balai Bahasa dalam memperkuat peran komunitas sebagai ujung tombak penggerak budaya baca, tulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan tetap dilaksanakan secara tatap muka meskipun di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Sejujurnya, kami juga mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar. Beberapa kegiatan terpaksa dialihkan menjadi daring. Namun, untuk pembinaan komunitas literasi, kami tetap berupaya melaksanakannya secara langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerja-kerja literasi merupakan kerja mulia yang berdampak jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi anak-anak.
“Kerja literasi adalah kerja mulia. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi penting bagi masa depan anak-anak kita, minimal dalam penguasaan literasi dasar yang harus mereka miliki dengan baik,” tegasnya.
Menurut Sukardi, komunitas literasi memiliki peran penting, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga dalam membangun karakter masyarakat. Bahkan, di sejumlah daerah, anak-anak dinilai lebih berkembang melalui pendampingan komunitas dibandingkan pembelajaran formal di sekolah.
Ia juga mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dari 68 persen pada 2024 menjadi 72 persen pada 2025. Meskipun demikian, penguatan literasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Koordinator Tim Kerja Literasi Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Afifah Nada, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para penggerak literasi yang datang dari berbagai daerah.
“Peserta yang hadir terdiri dari komunitas lama yang telah aktif lebih dari lima tahun, serta komunitas baru yang mulai berkembang, termasuk yang berbasis di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Afifah menambahkan, kegiatan ini menghadirkan beragam narasumber dari berbagai bidang, mulai dari pustakawan, pegiat literasi, pegiat seni budaya dan teater, pembatik, hingga penyuluh bahasa. Selain itu, Ketua PP Forum TBM juga dijadwalkan memberikan materi secara daring.
Menurutnya, pembinaan tahun ini difokuskan pada penguatan kapasitas komunitas, terutama dalam penyusunan administrasi yang terstandar, seperti profil komunitas, struktur organisasi, serta program kerja berkelanjutan.
“Hal ini penting agar komunitas tidak mengalami kendala ketika mengakses bantuan pemerintah dari berbagai lembaga,” ujarnya.
Selain sesi materi, peserta juga mengikuti diskusi dan pendampingan pada malam hari untuk menyusun berkas administrasi secara langsung. Kegiatan pembinaan ini akan berlanjut melalui sesi daring setelah rangkaian tatap muka berakhir.
Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab bersama Kepala Balai Bahasa Kalteng . Suasana berlangsung hangat dan interaktif dengan pertukaran gagasan serta pengalaman antarpegiat literasi.
Selain sebagai ruang pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan jejaring antar komunitas literasi di Kalimantan Tengah. Melalui pembinaan ini, diharapkan lahir kolaborasi serta inovasi baru dalam mengembangkan gerakan literasi yang lebih masif dan berdampak nyata di tengah masyarakat.

