SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) www.ums.ac.id kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Sebanyak 22 atlet taekwondo UMS sukses menyumbangkan medali dalam ajang Law Undip Taekwondo Championship Piala Mahkamah Agung RI 2026. Tim taekwondo UMS meraih Juara Umum II dengan perolehan medali di seluruh kategori yang diikuti.
Kejuaraan tersebut, diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dan klub taekwondo dari berbagai daerah ini menjadi ajang pembuktian. Taekwondo UMS membawa pulang 13 medali emas, 8 medali perak, dan 1 medali perunggu. Seluruh atlet UMS turun pada nomor kyorugi atau tarung, baik kategori putra maupun putri, yang terbagi dalam kelas prestasi dan pemula. Partisipasi penuh di nomor tarung menjadi strategi yang membuahkan hasil maksimal bagi kontingen UMS dalam ajang tersebut yang diselenggarakan pada 17-19 April 2026 bertempat di Gelanggang Olahraga Universitas Diponegoro.
Salah satu peraih medali emas, Zhezha Prima Setia Dewi dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), mengungkapkan bahwa pencapaiannya diraih di tengah persiapan yang terbilang singkat. Ia menyebut waktu latihan yang kurang dari satu bulan, ditambah jeda libur Lebaran, menjadi tantangan tersendiri sebelum mengikuti kejuaraan.
“Persiapan kemarin menurut saya kurang maksimal karena waktunya mepet, kurang dari satu bulan. Apalagi habis libur Lebaran, jadi mulai latihan lagi cukup terburu-buru. Tapi tetap kami maksimalkan latihan, bahkan di luar jadwal wajib saya latihan mandiri,” ujarnya, Senin (27/4).
Zhezha yang turun di kategori kyorugi kelas under 53 kg senior juga mengungkapkan bahwa kejuaraan ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di level senior. Perubahan kategori tersebut sempat memengaruhi kepercayaan dirinya saat menghadapi lawan yang dinilai lebih berpengalaman.
“Ini pertama kali saya turun di kelas senior, sebelumnya masih di junior. Jadi sempat kurang percaya diri, apalagi saat tahu lawan pertama cukup kuat. Itu cukup memberikan tekanan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tidak memasang target tinggi pada kejuaraan ini. Fokus utamanya adalah menambah pengalaman bertanding dan sebagai bahan evaluasi ke depan. Namun di luar dugaan, ia justru berhasil menyumbangkan medali emas dan berkontribusi dalam membawa tim UMS meraih posisi juara umum.
“Awalnya tidak ada target sama sekali, karena ini juga kejuaraan pertama di kepengurusan UKM yang baru. Tapi Alhamdulillah bisa dapat emas dan tim juga jadi Juara Umum II. Senang sekali, tidak menyangka,” tambahnya.
Sementara itu, atlet peraih medali perak, Rizqy Habibi dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil kerja keras tim di tengah berbagai keterbatasan. “Alhamdulillah, kami bisa membawa pulang medali di semua kategori dan meraih Juara Umum II. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan UMS,” ujarnya, Senin (27/4).
Ia mengungkapkan bahwa persiapan menuju kejuaraan tidak berjalan mudah. Jadwal pertandingan yang berdekatan dengan ujian tengah semester (UTS) menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet yang juga berstatus mahasiswa aktif. Selain itu, sebagian atlet juga terlibat dalam kegiatan akademik dan program kemahasiswaan lainnya.
“Persiapan kami cukup berat karena berbarengan dengan UTS dan kegiatan lain. Tapi kami tetap berlatih, menjaga fisik, dan memaksimalkan waktu yang ada. Dengan kondisi itu, medali perak ini sudah sangat kami syukuri,” kata Rizqy.
UMS diketahui memberikan dukungan penuh terhadap para atlet, mulai dari fasilitas latihan, pelatih profesional, hingga pendanaan keberangkatan ke lokasi pertandingan. Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga performa dan motivasi atlet selama mengikuti kompetisi.
Prestasi ini juga menunjukkan konsistensi UMS dalam mengembangkan potensi mahasiswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik. Bahkan, mahasiswa dari program studi dengan beban akademik tinggi seperti Kedokteran Gigi tetap mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
Selain itu, capaian ini mempertegas sinergi antara universitas dan fakultas dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan. Para atlet tidak hanya didorong untuk berprestasi, tetapi juga dibekali manajemen waktu dan kedisiplinan agar mampu menyeimbangkan antara akademik dan non-akademik.
Menurut pernyataan dari Rizqy, ke depan, tim taekwondo UMS menargetkan partisipasi pada ajang internasional yang akan digelar dalam waktu dekat. Dengan capaian ini, memberikan sinyal optimistis dapat terus meningkatkan prestasi dan memperluas kiprah mahasiswa di level global, sekaligus mengukuhkan diri sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing. (*)
Adapun daftar peraih medali dari kontingen UMS adalah sebagai berikut:
Medali Emas:
1. Salsabila Rusdiyanti Zuhri (FEB / Ekonomi Pembangunan)
2. Intan Septiana (FEB / Akuntansi)
3. Viona Susan Anggraini (FIK / Fisioterapi)
4. Gita Puspita Aisyah (FIK / Kesehatan Masyarakat)
5. Sheila Anggun Marlina (FEB / Manajemen)
6. Eka Neli Elyana (FIK / Kesehatan Masyarakat)
7. Zhezha Prima Setia Dewi (FIK / Kesehatan Masyarakat)
8. Ayunda Rheiva Anzani (FIK / Fisioterapi)
9. Lidya Ayu Clarisa (FT / Teknik Elektro)
10. Muhammad Hafidz Ardianto (FKI / Teknik Informatika)
11. Alfrida Zeva Fadilah (FKIP / Pendidikan Jasmani)
12. Defania Fadilla Widyaningrum (FEB / Akuntansi)
13. Aulia Rifahmi Putri (F.Psi / Psikologi)
Medali Perak:
1. Alfrida Zeva Fadilah (FKIP / Pendidikan Jasmani)
2. Galang Nur Hidayat (FHIP / Ilmu Hukum)
3. Uswatu Rohmah (FKIP / Pendidikan Bahasa Inggris)
4. Nadya Putri Maharani (Psikologi / Psikologi)
5. Rizqy Habibi (FKG / Kedokteran Gigi)
6. Ziyad Ridho Al-arief (FEB / Bisnis Digital)
7. Najwa Hashima Aryuna (FHIP / Ilmu Hukum)
8. Nurlayli Nabila Zahra (F.Psi / Psikologi)
Medali Perunggu:
1. Muhammad Al-Fairuz Zabadi (FT / Teknik Mesin)
