MAGELANG, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Salah satu dosennya, Dr. Suroto Munahar, berhasil memperoleh pendanaan bergengsi dalam Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Dalam program tersebut, Suroto mengusung riset bertajuk pengembangan sistem kendali pintar biogas berbasis konsep ekonomi sirkular pada industri tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya kawasan mandiri energi, khususnya di sentra industri tahu di wilayah Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Riset ini tidak dilakukan sendiri. Suroto menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya Bappeda Kabupaten Magelang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Mejing Candimulyo, serta kolaborasi akademik bersama Universitas Sebelas Maret dan AKPRIND Yogyakarta.
Menurut Suroto, riset ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi alternatif ramah lingkungan di tengah krisis energi global. Ia menilai biogas memiliki potensi besar karena dapat diproduksi dari limbah organik, termasuk limbah industri tahu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Biogas dapat menjadi solusi praktis pengganti bahan bakar konvensional seperti kayu dan LPG. Selain mengurangi emisi karbon, pemanfaatannya juga mendukung kemandirian energi berbasis potensi lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendekatan circular economy menjadi kunci dalam penelitian ini. Limbah yang sebelumnya menjadi masalah diubah menjadi sumber energi bernilai guna, sehingga menciptakan siklus produksi yang lebih berkelanjutan.
Meski demikian, Suroto mengakui masih ada sejumlah tantangan di lapangan. Di antaranya kualitas biogas yang belum stabil, pemanfaatan sebagai bahan bakar mesin yang belum optimal, penerapan standar keselamatan kerja yang masih terbatas, hingga infrastruktur pendukung yang belum memadai. Selain itu, integrasi konsep circular economy juga belum berjalan secara menyeluruh.
Melalui riset ini, ia berharap dapat menghadirkan solusi komprehensif untuk meningkatkan kualitas dan pemanfaatan biogas, sekaligus memperkuat ekosistem kawasan mandiri energi di sentra industri tahu.
Sementara itu, Ketua LPPM UNIMMA, Sumarno Adi Subrata, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti konsistensi UNIMMA dalam meningkatkan kualitas riset dosen.
“UNIMMA menjadi salah satu dari tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang lolos pendanaan RIKUB tahun ini. Ini hasil dari pendampingan berkelanjutan, mulai dari klinik proposal hingga penguatan rekam jejak peneliti,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan ini mampu memotivasi dosen lain untuk menghasilkan riset yang tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan capaian ini, UNIMMA kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset unggulan yang solutif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta industri. (*)
