34.9 C
Jakarta

Mahasiswi UNIDA Gontor Dalami Dunia Advokat Lewat PPL di PERADI Wonosari

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM
Dunia advokat tak lagi sekadar teori di ruang kuliah. 7 Mahasiswi Fakultas Syariah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor membuktikan hal itu melalui Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Wonosari yang resmi berakhir, Selasa (28/4).
Selama 21 hari, terhitung sejak 8 April 2026, para mahasiswi ditempa langsung di lingkungan praktisi hukum. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan dinamika profesi advokat di lapangan.
Ketua DPC PERADI Wonosari H. Kokok Sudan Sugijarto SH., MM, mengapresiasi kehadiran para peserta yang dinilai membawa energi positif dalam aktivitas organisasi. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswi UNIDA Gontor. Semangat belajar dan etos kerjanya luar biasa. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga jika kelak berkarier sebagai advokat atau praktisi hukum lainnya,” ujarnya.
Kegiatan PPL ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian dan penerapan ilmu. Para peserta diajak memahami bahwa profesi advokat bukan hanya soal teori hukum, tetapi juga menyangkut etika, ketelitian, dan kemampuan berargumentasi.
Berbagai agenda disusun untuk memperkaya pengalaman peserta. Salah satunya Forum Group Discussion (FGD) yang rutin digelar bersama advokat senior. Dalam forum ini, mahasiswi dilatih mengupas isu-isu hukum aktual sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan public speaking.
Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan ke POLRESTA Yogyakarta guna melihat langsung proses penanganan perkara. Mulai dari tahap penerimaan laporan hingga penyidikan menjadi pengalaman berharga yang memperlihatkan sinergi antara advokat dan aparat penegak hukum.
Tak berhenti di situ, mahasiswi juga mengikuti simulasi penyusunan dokumen hukum seperti surat kuasa khusus dan gugatan perdata. Kegiatan ini menjadi salah satu momen paling menantang sekaligus berkesan karena menuntut ketelitian dan pemahaman alur hukum secara komprehensif.
Salah satu peserta, Farrah Nisriinaa, mengaku mendapatkan perspektif baru tentang dunia advokat. “PPL di PERADI benar-benar membuka mata kami. Ternyata dunia advokat tidak seseram yang dibayangkan. Justru di sini kami belajar bahwa advokat itu pembela keadilan. Yang paling berkesan itu pas simulasi bikin gugatan, deg-degan tapi jadi paham alurnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, peserta juga dilibatkan dalam proses administratif, seperti pemberkasan calon advokat baru. Mereka membantu tim sekretariat dalam verifikasi dokumen, yang mengajarkan pentingnya ketelitian serta kepatuhan terhadap prosedur organisasi.
Menariknya, dalam salah satu sesi, mahasiswi mendapatkan materi khusus terkait hukum waris Islam bersama advokat senior, Romo Heniy Astiyanto, S.H. Diskusi ini mengaitkan teori fiqh mawaris dengan praktik penyelesaian sengketa di pengadilan agama.
Dengan berakhirnya program ini, para mahasiswi diharapkan memiliki bekal yang lebih matang, baik dari sisi keilmuan maupun etika profesi. PPL ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik nyata, sekaligus menegaskan bahwa calon sarjana hukum dituntut adaptif menghadapi kompleksitas penegakan hukum di masyarakat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!