28.6 C
Jakarta

Hardiknas 2026: Mendikdasmen Tekankan Tujuan Pendidikan

Baca Juga:

BANYUWANGI, MENARA62.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi arah pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengingatkan kembali bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membangun karakter dan peradaban bangsa.

Upacara Hardiknas yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5), berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memajukan pendidikan.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan harus mampu menumbuhkan manusia seutuhnya. Ia menyebut, pendidikan berperan membentuk insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta memiliki tanggung jawab sosial.

“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia secara utuh, baik secara intelektual maupun karakter,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen mendorong penerapan pendekatan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dengan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Selain itu, berbagai kebijakan strategis juga terus diperkuat. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Sepanjang 2025, revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, sementara digitalisasi melalui Interactive Flat Panel telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu sekolah.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas guru, baik dari sisi kompetensi maupun kesejahteraan. Di sisi lain, penguatan karakter siswa dilakukan melalui lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, selaras dengan konsep budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Upaya peningkatan mutu pendidikan turut diperkuat melalui pengembangan literasi, numerasi, serta pembelajaran berbasis STEM. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui berbagai skema, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga sekolah terbuka.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kemendikdasmen juga memperkuat ekosistem pendidikan dengan melibatkan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Menutup amanatnya, Mendikdasmen mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus berkolaborasi.

“Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas dan bermartabat,” tegasnya.

Peringatan Hardiknas 2026 semakin semarak dengan pagelaran seni “Kuntulan Ewon” yang melibatkan 1.100 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Pertunjukan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan keberagaman dalam dunia pendidikan Indonesia.

Hardiknas tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan arah kebijakan pendidikan nasional menuju pembelajaran yang lebih bermakna bagi seluruh anak bangsa. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!