29.2 C
Jakarta

Bahtsul Masail Kubro Tegaskan Peran Pesantren

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta kembali menegaskan perannya sebagai pusat keilmuan Islam melalui penyelenggaraan Bahtsul Masa’il Kubro I, Selasa (28/4/2026). Forum ilmiah strategis ini mempertemukan delegasi pesantren se-Jawa Tengah, khususnya wilayah Soloraya, dalam satu majelis kajian berbasis turats yang mendalam dan sistematis.

Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) tersebut bukan sekadar forum diskusi biasa. Para peserta dituntut menghadirkan jawaban berbasis dalil kuat yang merujuk langsung pada kitab-kitab mu‘tabarah. Hal ini menjadikan forum sebagai representasi nyata tradisi akademik pesantren yang tetap hidup, dinamis, dan relevan.

Tema yang diangkat pun mencerminkan kompleksitas persoalan umat masa kini. Mulai dari isu izin istri dalam poligami, malpraktik medis dalam perspektif syariat Islam, hingga fenomena perubahan nama dan kaitannya dengan nasib. Pembahasan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjaga tradisi klasik, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman secara kontekstual.

Kualitas forum semakin kuat dengan kehadiran para pakar Bahtsul Masa’il tingkat nasional sebagai mushahhih dan tim perumus. Di antaranya Kyai Zainal Arifin, Kyai Zaimul Abror, dan Kyai Muhammad Saifuddin Masykuri sebagai mushahhih. Sementara tim perumus melibatkan Kyai Muhammad Nawawi, Kyai Muhammad Muslikh, Kyai Mufid Syafi’i, serta Kyai Apt. Isa Abdul Haq, S.Far., Al-Hafidz.

Tak hanya itu, forum ini juga menghadirkan perspektif lintas disiplin dengan kehadiran Direktur RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Patria Bayu Murdi, M.H., serta perwakilan Komnas Perempuan, yang memperkaya sudut pandang dalam pembahasan isu-isu kontemporer.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Pondok, Ustaz Hadziq Maftuh, Ketua Yayasan Ustaz Wassim Ahmad Fahruddin, serta pengasuh pondok. Mereka menegaskan bahwa Bahtsul Masa’il merupakan ruh keilmuan pesantren sekaligus warisan intelektual ulama yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Bahtsul Masa’il adalah instrumen penting dalam melahirkan solusi keagamaan yang mendalam, bijak, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui beberapa sesi jalsah yang berlangsung intensif, forum ini menjadi ruang dialektika ilmiah yang mempertemukan berbagai pandangan dan metodologi. Selain memperkuat kapasitas intelektual santri, kegiatan ini juga menegaskan posisi pesantren sebagai garda terdepan dalam produksi pemikiran keislaman yang solutif.

Dengan terselenggaranya Bahtsul Masa’il Kubro I, Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta semakin mengukuhkan diri sebagai pusat kajian Islam yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman secara rasional dan berbasis dalil, demi kemaslahatan umat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!