MAGELANG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencetak tenaga kesehatan profesional melalui prosesi Wisuda dan Angkat Sumpah Apoteker Periode Akademik 2025/2026. Acara yang digelar di Auditorium Kampus 1 pada Jumat (1/5) tersebut menjadi momentum penting lahirnya apoteker baru yang siap mengabdi di tengah tantangan dunia kesehatan modern.
Prosesi sakral pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) dan didampingi rohaniawan. Seluruh peserta mengikuti dengan khidmat sebelum menerima sertifikat profesi dan kompetensi sebagai tanda resmi memasuki dunia kerja.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., menyampaikan kebanggaannya terhadap para lulusan. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
“Ini menjadi kebanggaan bagi UNIMMA. Kami melihat wajah optimis apoteker-apoteker yang siap mengabdi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kompetensi dan nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, empati menjadi keunggulan utama yang harus dimiliki lulusan.
“Teknologi tidak mengenal kemanusiaan. Karena itu, empati, kejujuran, dan tanggung jawab harus menjadi fondasi apoteker UNIMMA,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Kolegium Farmasi, Prof. apt. Didik Setiawan, M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa sumpah apoteker merupakan titik awal tanggung jawab profesional.
“Hari ini adalah momen ketika ilmu, integritas, dan kemanusiaan bertemu dalam satu janji,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelulusan uji kompetensi bukan jaminan kesiapan penuh menghadapi realitas di lapangan. Para apoteker akan dihadapkan pada kompleksitas sistem kesehatan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga beragam latar belakang pasien.
“Di situlah integritas diuji dan kompetensi menemukan maknanya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, UNIMMA turut memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi. Nilai OSCE terbaik diraih oleh Novita Putri Dewita Sari dan Fadillah Sinka. Sementara nilai CBT terbaik diraih oleh Mayla Eka Nadia. Adapun predikat IPK tertinggi dengan nilai 3,99 diraih oleh Shafira Syabilla Firda Monada.
Melalui prosesi ini, UNIMMA menegaskan komitmennya untuk melahirkan apoteker yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Para lulusan diharapkan mampu menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)
