SOLO, MENARA62.COM — Tim peneliti Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta berhasil mengembangkan inovasi Mocca Candy sebagai pendukung percepatan penyembuhan luka sirkumsisi pada anak. Penelitian tersebut rampung pada Mei 2026 dan menunjukkan hasil signifikan dalam membantu proses pemulihan pasca khitan.
Riset ini dilakukan oleh Anis Prabowo, Cemy Nur Fitria, Tomy Adi Prasetyo, dan Sri Mintarsih dari Program Studi S1 Gizi serta Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners.
Penelitian dilatarbelakangi pentingnya inovasi penyembuhan luka sirkumsisi yang tidak hanya memperhatikan aspek biologis, tetapi juga kenyamanan psikologis anak selama masa pemulihan.
Mocca Candy dikembangkan dalam bentuk permen dengan rasa yang ramah di lidah anak serta mengandung bahan alami yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Produk ini dibuat dari ekstrak ikan gabus dan ekstrak daun kelor yang diformulasikan menjadi suplemen praktis dan mudah dikonsumsi anak.
Dalam penelitian yang melibatkan 20 anak pasca sirkumsisi, hasil analisis menunjukkan pemberian Mocca Candy memberikan pengaruh signifikan terhadap percepatan penyembuhan luka.
“Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,003 atau p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kelompok yang diberikan Mocca Candy dan kelompok kontrol,” tulis tim peneliti dalam hasil risetnya.
Anak yang mengonsumsi Mocca Candy disebut mengalami penyembuhan luka lebih cepat, penurunan rasa nyeri, serta peningkatan kenyamanan selama masa pemulihan dibanding kelompok kontrol.
Selain membantu proses biologis penyembuhan, inovasi ini juga memberikan efek distraksi positif pada anak sehingga mampu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kerja sama anak selama proses perawatan.
Formulasi berbentuk permen menjadi salah satu keunggulan Mocca Candy dibandingkan suplemen konvensional karena dinilai lebih mudah diterima anak.
Ketua tim peneliti menyampaikan, penelitian tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan produk inovatif berbasis nutrisi dan keperawatan anak yang aplikatif di masyarakat.
“Kami berharap Mocca Candy dapat menjadi alternatif intervensi pendukung nonfarmakologis yang aman, nyaman, dan efektif untuk membantu penyembuhan luka sirkumsisi pada anak,” ungkap tim peneliti.
Seluruh tahapan penelitian beserta luaran riset telah diselesaikan pada Mei 2026. Luaran tersebut meliputi publikasi artikel ilmiah menuju jurnal terakreditasi SINTA, poster ilmiah penelitian, pengajuan HKI SOP pembuatan Mocca Candy, hingga publikasi edukasi melalui media sosial.
Penelitian ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta dalam mengembangkan inovasi kesehatan berbasis riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan anak dan keperawatan. (*)

