SOLO, MENARA62.COM — SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an di Hotel Novotel Surakarta, Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Cahaya Qur’an di Jantung Kota Budaya Surakarta”, kegiatan ini menjadi momentum syiar Al-Qur’an sekaligus penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islami.
Sebanyak 150 siswa mengikuti wisuda tahfiz tahun ini dengan capaian hafalan yang membanggakan. Terdiri dari 79 siswa kategori hafalan juz 30, 29, dan 28, serta 71 siswa kategori tilawah Al-Qur’an.
Para wisudawan tampil percaya diri mempersembahkan hafalan dan bacaan Al-Qur’an di hadapan orang tua serta tamu undangan yang memenuhi ruang acara.
Kegiatan semakin istimewa dengan hadirnya tausiyah Wayang Golek Pitutur yang disampaikan Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dengan gaya dakwah yang memadukan budaya dan pesan keislaman, ia mengajak para siswa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman.
Kepala SD Muhammadiyah Program Khusus Kotabarat Surakarta, Nursalam, menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa serta dukungan orang tua terhadap program tahfiz sekolah.
Ia berharap para wisudawan tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Surakarta, Kartono, memberikan apresiasi terhadap kesungguhan sekolah dalam membangun budaya Qurani.
Menurutnya, pendidikan tahfiz menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi Islam yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia.
Pengawas PAI Kota Surakarta, Sumiyati, juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah yang dinilai konsisten menanamkan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.
“Wisuda tahfiz bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki kecerdasan spiritual, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Muhdiyatmoko, Upik Mairina, Kepala TK Aisyiyah PK Ratna, serta Ketua PCM Kotabarat Joko Susilo.
Suasana haru dan bangga terasa sepanjang kegiatan. Kehadiran orang tua, guru, dan tokoh Muhammadiyah menjadi bukti sinergi dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Melalui Wisuda Tahfiz ini, sekolah berharap para siswa terus menjaga hafalan, memperbaiki akhlak, dan tumbuh menjadi generasi penerang umat di tengah masyarakat. (*)
