YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui webinar Fortasi 2026 bertema “Gembira Berkarya untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana”. Kegiatan yang digelar secara daring pada Senin (13/7/2026) itu menghadirkan perwakilan sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk berbagi praktik baik dalam penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, S.T., menegaskan bahwa penguatan budaya sadar bencana di sekolah masih menjadi pekerjaan bersama. Pasalnya, ribuan satuan pendidikan di Indonesia masih menghadapi ancaman bencana yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
“Hingga saat ini masih terdapat lebih dari 4.000 sekolah yang terdampak bencana. Karena itu, setiap peserta didik berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana,” ujarnya saat membuka webinar.
Menurut Budi, karakteristik ancaman bencana di setiap daerah berbeda sehingga strategi mitigasi juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Setiap daerah dan setiap sekolah memiliki ancaman bencana yang berbeda-beda. Karena itu, penyebarluasan informasi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting agar seluruh warga sekolah mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” katanya.
Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang telah berbagi pengalaman dalam mengembangkan program SPAB. Berbagai praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana.
Berbagi Praktik Baik
Webinar Fortasi 2026 menghadirkan narasumber dari sejumlah sekolah Muhammadiyah yang telah mengembangkan program SPAB, yakni SMK Muhammadiyah 3 Metro Lampung, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi, SMP Muhammadiyah Prambanan Sleman, SD Muhammadiyah Al-Kautsar Sruweng Kebumen, serta SD Muhammadiyah Pahandut Kota Palangka Raya.
Melalui sesi berbagi pengalaman, peserta memperoleh gambaran mengenai implementasi kesiapsiagaan bencana yang disesuaikan dengan potensi ancaman di masing-masing daerah, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran.
Praktik-praktik tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan sarana keselamatan, tetapi juga melalui edukasi, simulasi rutin, penyusunan prosedur evakuasi, hingga penguatan budaya sadar risiko di lingkungan sekolah.
Bangun Sekolah Tangguh
Melalui penyelenggaraan Fortasi 2026, MDMC berharap semakin banyak sekolah Muhammadiyah yang mampu mengenali potensi risiko bencana, menyusun langkah mitigasi yang tepat, serta membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan.
Penguatan kapasitas satuan pendidikan dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sekolah yang tangguh terhadap bencana sekaligus melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai potensi risiko di masa mendatang.
Webinar ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mendukung terciptanya Satuan Pendidikan Aman Bencana, sekaligus memperkuat ketahanan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, inklusif, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan. (*)

