31.8 C
Jakarta

Dosen UMS Perdalam Bahasa Arab di Universitas Umm Al-Qura

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional. Dua dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. dan Dr. Ainur Rhain, M.Th.I., mengikuti Daurah Tadrib Mu’allimiy al-Lughah al-Arabiyah li Ghairi al-Nathiqin Biha di Universitas Umm Al-Qura, Makkah, Arab Saudi, pada 2–23 Juli 2026.

Program pelatihan internasional tersebut diperuntukkan bagi pengajar bahasa Arab untuk penutur non-Arab sebagai upaya meningkatkan kompetensi akademik dan kualitas pembelajaran bahasa Arab di lingkungan perguruan tinggi.

Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, menjelaskan bahwa pelatihan diikuti peserta dari berbagai negara dengan fokus pada penguatan empat keterampilan utama berbahasa Arab, yakni menyimak (istimā’), berbicara (muḥādatsah), membaca (qirā’ah), dan menulis (kitābah).

Selain penguasaan bahasa, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai metode pembelajaran bahasa Arab yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pengajar bahasa Arab bagi penutur non-Arab, sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern,” ujar Mutohharun Jinan, Rabu (15/7/2026).

Diinisiasi Muhammadiyah

Keikutsertaan dua dosen UMS merupakan bagian dari program yang diinisiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA).

Sebanyak 56 peserta dari berbagai amal usaha pendidikan Muhammadiyah dan unsur pembantu pimpinan Persyarikatan mengikuti program tersebut.

Selama pelatihan, Universitas Umm Al-Qura memberikan dukungan penuh melalui penyediaan tenaga pengajar, fasilitas pembelajaran, akomodasi, hingga konsumsi peserta.

Para peserta memperoleh materi langsung dari akademisi Universitas Umm Al-Qura, di antaranya Prof. Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari, Dr. Ibrahim bin Surawy Ahmad Ali Al-Hubairy, dan Dr. Aiman bin Ahmad Al-Mansury.

Mutohharun mengatakan para pengajar memperkenalkan berbagai strategi pembelajaran bahasa Arab yang interaktif, komunikatif, dan menyenangkan melalui pendekatan pedagogi modern.

“Peserta diajak aktif melalui diskusi, simulasi, permainan edukatif, hingga praktik komunikasi langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih aplikatif,” jelasnya.

Dapat Perspektif Baru

Sementara itu, Dr. Ainur Rhain mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan di Makkah.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang diterapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab di Indonesia, khususnya di UMS.

“Program ini tidak hanya memperkuat kemampuan berbahasa Arab, tetapi juga memperkaya strategi pembelajaran yang lebih kreatif, komunikatif, dan berpusat pada mahasiswa. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di lingkungan UMS,” ungkapnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Ainur terjadi saat dirinya berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan Dr. Aiman bin Ahmad Al-Mansury dalam salah satu sesi pelatihan. Atas partisipasi aktif tersebut, ia memperoleh apresiasi berupa sebuah buku yang diserahkan langsung oleh dosen Universitas Umm Al-Qura itu.

Bangun Jejaring Akademik Internasional

Selain mengikuti kegiatan akademik di kelas, para peserta juga memanfaatkan kesempatan untuk membangun jejaring dengan dosen dan peserta dari berbagai negara.

Interaksi tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pengajaran bahasa Arab serta pengembangan studi Islam di berbagai perguruan tinggi dunia.

Pada sore hingga malam hari, peserta mengikuti halaqah tahfiz, tahsin, dan ilmu qiraah di Masjidil Haram yang dibimbing langsung oleh sejumlah syekh, di antaranya Syeikh Basim Al-Luhyani.

Kegiatan tersebut melengkapi pengalaman akademik sekaligus memperdalam pemahaman Al-Qur’an dalam lingkungan pendidikan Islam yang autentik.

Melalui partisipasi dalam program internasional ini, UMS berharap kedua dosennya mampu mengimplementasikan pengalaman dan metode pembelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di kampus.

Selain itu, keikutsertaan tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring kerja sama akademik UMS dengan perguruan tinggi di Timur Tengah sekaligus mendukung agenda internasionalisasi pendidikan tinggi Muhammadiyah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!