26.2 C
Jakarta

Santri PonpesMU Manafi’ul Ulum Belajar Rashdul Kiblat Secara Ilmiah

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul Ulum Canden, Sambi, Boyolali, mengikuti kegiatan Ngaji Arah Kiblat dan Praktik Rashdul Kiblat (Istiwa A’zam) di Masjid At-Taqwa Ponpes Manafi’ul Ulum, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran ilmu falak yang menggabungkan pemahaman syariat Islam dengan pendekatan ilmiah dalam menentukan arah kiblat.

 

Kegiatan menghadirkan penyuluh agama Islam dari KUA Ngemplak Boyolali, Haryadi, S.Sos.I, yang memberikan materi mengenai fenomena Rashdul Kiblat, yakni saat matahari berada tepat di atas Ka’bah. Fenomena yang hanya terjadi dua kali dalam setahun tersebut dikenal sebagai salah satu metode paling sederhana sekaligus akurat untuk memverifikasi arah kiblat.

 

Dalam sesi pembelajaran, para santri terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan salat. Setelah itu, mereka mengikuti praktik lapangan dengan memanfaatkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus. Bayangan matahari yang terbentuk pada waktu tertentu kemudian dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat secara presisi.

 

Melalui praktik tersebut, santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana ilmu falak berperan dalam mendukung ketepatan ibadah umat Islam.

 

Mudir PonpesMU Manafi’ul Ulum, Ust. Pujiono, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, pembelajaran Rashdul Kiblat memberikan bekal penting bagi santri agar memiliki pemahaman agama yang utuh, sekaligus mengenal penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan beribadah.

 

“Pesantren tidak hanya mengajarkan fikih ibadah, tetapi juga memperkenalkan dasar-dasar ilmu falak agar santri memahami bahwa Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Harapannya, santri mampu meluruskan arah kiblat sekaligus meluruskan niat dan kualitas ibadahnya. Sebagaimana slogan kegiatan ini, ‘Lurus kiblatnya, tulus shalatnya,'” ujar Pujiono.

 

Menurutnya, pengenalan ilmu falak sejak dini di lingkungan pesantren menjadi bekal berharga agar santri mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan dengan pendekatan yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Melalui kegiatan ini, PonpesMU Manafi’ul Ulum menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan Islam yang memadukan ilmu syariat dan sains. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan santri yang tidak hanya memahami ajaran agama secara benar, tetapi juga memiliki wawasan ilmiah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pembelajaran Rashdul Kiblat juga menjadi bukti bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas ibadah, sehingga santri semakin yakin bahwa Islam mendorong umatnya untuk menguasai ilmu sekaligus mengamalkannya secara tepat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!