31.9 C
Jakarta

Bawaslu Surakarta Gandeng Al Muayyad Edukasi Demokrasi Santri

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda dengan menggandeng Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Bawaslu Goes to Pesantren yang akan membekali santri dengan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif.

 

Langkah tersebut diawali dengan silaturahmi Bawaslu Kota Surakarta ke Pondok Pesantren Al Muayyad pada Senin (13/7/2026). Pertemuan itu sekaligus menjadi persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kota Surakarta dan MA Al Muayyad Surakarta.

 

Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu akan memberikan sosialisasi kepada santri baru mengenai nilai-nilai demokrasi, sistem kepemiluan, peran pengawasan partisipatif, serta pentingnya membangun integritas sebagai bekal menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

 

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas teknis penandatanganan MoU, penyusunan materi sosialisasi, serta penguatan kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan politik dan literasi demokrasi.

 

Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, mengatakan pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.

 

“Kami ingin mengajak para santri untuk memahami pentingnya demokrasi yang berintegritas, mengenal peran Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi, serta mendorong tumbuhnya semangat pengawasan partisipatif. Kami berharap para santri dapat menjadi agen literasi demokrasi yang mampu menyebarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan semangat menolak politik uang di lingkungan sekitarnya,” ujar Agus.

 

Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dengan lembaga pendidikan keagamaan merupakan langkah strategis untuk memperluas pendidikan demokrasi sekaligus menanamkan budaya pengawasan partisipatif sejak dini.

 

Program Bawaslu Goes to Pesantren diharapkan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan bagi santri. Selain memahami mekanisme demokrasi, para santri juga didorong memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjunjung tinggi nilai integritas.

 

Bawaslu Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperluas sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan literasi demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di Kota Surakarta.

 

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif serta menolak segala bentuk pelanggaran pemilu, termasuk politik uang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!