LANGKAT, MENARA62.COM – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi 500 keluarga tidak mampu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Melalui PT Tembakau Deli Medica (TDM) yang mengelola Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjung Selamat, anak perusahaan PTPN I itu menanda tangani naskah kerja sama dengan BPJS Kesehatan, Rabu pekan lalu. Langkah ini menjadi awal pelayanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh puluhan kilo meter untuk mendapat akses medis dasar.
Dengan kerja sama ini, Rumah Sakit Tanjung Selamat yang didirikan sejak tahun 1892 sebagai bagian dari fasilitas perusahaan perkebunan milik Belanda, kini bertransformasi menjadi fasilitas medis yang inklusif. Masyarakat umum dapat mengakses seluruh fasilitas guna menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Sumatera Utara.
“Hari ini kami menyaksikan satu kebijakan strategis dari PTPN I yang dalam hal ini pelaksanaannya oleh PT Tembakau Deli Medica sebagai pengelola RSU Tanjung Selamat. Kami mulai kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberi layanan kesehatan yang lebih merata di seluruh negeri. Dalam kesempatan ini, kami juga mengcover iuran BPJS Kesehatan bagi 500 keluarga kurang mampu,” kata Teddy Yunirman Danas yang hadir pada acara penanda tanganan MoU.
Teddy Yunirman Danas mengatakan, perluasan layanan ini merupakan manifestasi tanggung jawab sosial BUMN dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ia menambahkan, PTPN I tidak hanya fokus menggerakkan roda ekonomi sektor perkebunan, tetapi juga memprioritaskan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Melalui integrasi BPJS Kesehatan di RSU Tanjung Selamat per 13 Mei 2026 ini, kami ingin memotong hambatan geografis bagi warga di Kecamatan Batang Serangan, Sawit Seberang, dan Padang Tualang. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang kesulitan berobat hanya karena kendala transportasi dan jarak yang terlampau jauh ke Stabat,” ujar Teddy.
Apresiasi tinggi disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Yasmin Ramadhana Harahap. Dokter lulusan FK Universitas Sumatera Utara itu mengatakan, langkah PTPN I membuka akses kesehatan berkualitas dengan menggandeng BPJS Kesehatan adalah cermin dari kepedulian dunia usaha kepada lingkungannya.
“Kami sangat apresiasi kepada PTPN I (Persero) melalui anak usahanya PT TDM dengan RSU Tanjung Selamat nya memberikan bantuan berupa kepesertaan JKN gratis kepada 500 warga setempat. Ini harus menjadi contoh bagi perusahaan lain, terutama yang jauh dari jangkauan seperti di Langkat ini. Kami berharap RSU Tanjung Selamat terus berkembang menjadi rumah sakit pilihan utama program JKN di Langkat, sekaligus konsisten mematuhi serta mengikuti regulasi kesehatan yang dinamis,” kata dia.
Bupati Langkat Syah Afandin yang berhalangan hadir menitip pesan melalui Camat Padang Tualang, Muhamad Iswanda. Bupati Ondim, sapaan akrabnya, mengatakan kehadiran fasilitas BPJS Kesehatan adalah jawaban atas doa masyarakat. Selama ini, kata dia, keterbatasan transportasi umum membuat akses menuju rujukan utama di Stabat terasa sangat memberatkan warga.
“Langkah ini sangat positif dan dinantikan masyarakat. Kami berharap manajemen mengedepankan komunikasi yang humanis dalam melayani warga yang membutuhkan pertolongan medis,” tutur Iswanda.
Turut hadir pada momen penting ini, Kabid. Kesehatan Dinkes Provinsi Sumatera Utara Emirsyah Harahap. Ia menyampaikan salam Kepala Dinas dan mengapresiasi dan mengingatkan pentingnya menjaga standarisasi mutu layanan dan keramahan petugas medik di lapangan.
“Jaga mutu pelayanan, keramahan, dan jadilah rumah sakit yang dekat di hati rakyat. Kehadiran akses BPJS di RSU Tanjung Selamat per tanggal 13 Mei 2026 ini sangat vital guna memecah kepadatan rujukan ke rumah sakit di Stabat dan Tanjung Pura. Pastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan terayomi saat berobat di sini,” pesan dia dalam arahannya.
Dengan fasilitas BPJS Kesehatan yang siaga, RSU Tanjung Selamat yang berada di lokasi strategis di Jalan Besar Batang Serangan, Tebing Tanjung Selamat, rumah sakit peninggalan sejarah ini kini menjadi garda terdepan meretas kesulitas akses medis. Sinergi antara PTPN I, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah ini memastikan bahwa layanan medis bermutu bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak yang dapat dijangkau dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain meresmikan operasional jaminan kesehatan formal, kegiatan juga diisi dengan agenda kemanusiaan berupa pemberian santunan kepada 30 anak yatim piatu dari desa-desa sekitar.(*)
