SOLO, MENARA62.COM – Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi pesan utama dalam pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu (27/5/2026). Momentum Iduladha kali ini mengajak umat Islam memperkuat ketaatan, keikhlasan, dan solidaritas sosial di tengah berbagai ujian kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat menyampaikan khutbah Iduladha di hadapan jamaah. Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bentuk nyata pengorbanan spiritual dan kepedulian sosial.
“Dunia saat ini sedang diuji dengan ketidakpastian, mulai dari krisis ekonomi, konflik kemanusiaan hingga bencana alam. Namun ujian itu sejatinya bukan untuk menghancurkan, melainkan meninggikan derajat kaum Muslimin yang sabar sebagaimana pesan dalam Surah Al-Baqarah ayat 155,” ujarnya.
Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo itu menegaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan tentang ketaatan total tanpa syarat kepada Allah SWT. Menurutnya, semangat tersebut relevan dengan kondisi saat ini ketika banyak manusia lebih mengutamakan kepentingan duniawi dibanding menjalankan perintah agama.
Ia menjelaskan, hakikat ibadah kurban bukan semata menyembelih hewan, melainkan melatih keikhlasan dan mengikis egoisme pribadi. Sikap individualistis dan memanfaatkan penderitaan orang lain di tengah situasi sulit, kata dia, hanya akan memperparah krisis kemanusiaan.
“Setiap potongan daging yang dibagikan memuat pesan cinta dan harapan yang menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ungkapnya.
Dwi Jatmiko menambahkan, kekuatan umat Islam sejatinya tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kuatnya rasa peduli dan solidaritas sosial. Melalui spirit Iduladha, umat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan penuh kesabaran dan keberkahan.
Sementara itu, panitia kurban Masjid Al-Ikhlas, Ade Usman, menyampaikan bahwa tahun ini jamaah menyembelih lima ekor sapi dan dua ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga sekitar RW 15 yang meliputi RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6, khususnya masyarakat kurang mampu.
“Semoga kurban ini dapat membersihkan jiwa, membunuh sifat kebinatangan, menebas rasa keegoisan, dan memupus sekat-sekat sosial,” pungkasnya. (*)

