33.5 C
Jakarta

Ribuan Jamaah Padati Iduladha PCM Kutoarjo

Baca Juga:

PURWOREJO, MENARA62.COM – Ribuan jamaah memadati Alun-Alun Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, saat pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kutoarjo, Rabu (27/5/2026).

Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai wilayah tampak berdatangan bersama keluarga untuk mengikuti salat berjamaah yang berlangsung khusyuk dan penuh kebersamaan. Pelaksanaan salat Iduladha di ruang terbuka tersebut menjadi salah satu agenda besar Muhammadiyah Kutoarjo yang rutin digelar setiap tahun.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Dr. Hermawan, M.Pd.I., menyampaikan khutbah bertajuk “Salat Mencerahkan Jiwa, Kurban Memberdayakan Sesama.” Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.

“Ekspresi syukur kita kepada Allah SWT pada nikmat hari ini adalah dengan menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil untuk Allah SWT,” ujar Hermawan di hadapan ribuan jamaah.

Hermawan menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, salat dan kurban merupakan dua ibadah yang saling berkaitan. Salat mencerminkan kesalehan vertikal antara manusia dengan Tuhan, sedangkan kurban menjadi wujud kesalehan sosial kepada sesama manusia.

“Salat adalah bentuk kesalehan vertikal, sedangkan kurban merupakan kesalehan horizontal yang menghadirkan kepedulian sosial,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam hal keikhlasan, kepatuhan, serta pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT.

Ketua PCM Kutoarjo, H. Moh. Mansur, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan Salat Iduladha di Alun-Alun Kutoarjo menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.

“Salat Iduladha ini menjadi sarana mempererat persaudaraan umat sekaligus menghidupkan semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan ruang publik seperti alun-alun bertujuan menghadirkan dakwah Islam yang inklusif, terbuka, dan dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat.

“Alun-alun adalah ruang publik yang terbuka bagi semua. Muhammadiyah ingin menghadirkan dakwah Islam yang inklusif, menyejukkan, dan mempersatukan,” katanya.

Pelaksanaan salat berlangsung tertib dengan dukungan relawan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom lainnya yang membantu pengaturan jamaah dan area parkir.

Takbir, tahmid, dan tahlil menggema sepanjang pelaksanaan kegiatan, menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kekhidmatan. Anak-anak hingga lansia tampak mengikuti rangkaian ibadah dengan antusias.

Salah seorang jamaah, Ahmad Fauzi, mengaku bersyukur dapat mengikuti Salat Iduladha bersama ribuan umat Islam lainnya di Alun-Alun Kutoarjo.

“Suasananya sangat berbeda. Lebih terasa semangat kebersamaannya. Kita bisa bertemu saudara-saudara sesama muslim dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi penyembelihan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat. PCM Kutoarjo bersama berbagai amal usaha Muhammadiyah turut menggerakkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban bagi warga yang membutuhkan.

Momentum Iduladha tersebut sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang mencerahkan, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui tema “Salat Mencerahkan Jiwa, Kurban Memberdayakan Sesama”, PCM Kutoarjo mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai sarana transformasi spiritual dan sosial di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan. (AMM)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!