JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa) mematangkan rencana kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) guna memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa dan mitra dalam pengembangan industri sawit nasional.
Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/6/2026), antara jajaran Kemendesa yang dipimpin Penasehat Menteri Desa Prof. Dr. Zainuddin Maliki dengan manajemen PT Agrinas Palma Nusantara.
Rombongan Kemendesa diterima langsung oleh Direktur Hubungan Kelembagaan PT APN Mayjen TNI (Purn.) Cucu Somantri, Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Ir. Nofil Anoverta, Kepala Divisi Hubungan Kementerian dan Kelembagaan Brigjen Tetty Melina Lubis, serta sejumlah pejabat perusahaan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat membuka ruang lebih luas bagi BUMDes untuk terlibat dalam rantai nilai industri sawit nasional yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
Prof. Zainuddin Maliki mengatakan kerja sama ini memiliki relevansi kuat dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui revitalisasi BUMDes.
“Sejauh ini sudah ada 2.555 BUMDes yang memiliki unit usaha di sektor sawit. Ini menunjukkan bahwa desa memiliki pengalaman dan kapasitas untuk terlibat lebih luas dalam rantai nilai industri sawit nasional,” ujarnya.
Menurut Zainuddin, potensi kolaborasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara sejalan dengan kebijakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto yang menempatkan revitalisasi BUMDes sebagai salah satu program prioritas dalam 12 Aksi Menteri Desa.
Ia menegaskan BUMDes harus menjadi kekuatan ekonomi desa yang mampu mengelola berbagai potensi lokal secara profesional, modern, dan berkelanjutan.
“BUMDes harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mengelola potensi desa secara profesional dan berkelanjutan. Langkah revitalisasi BUMDes yang digencarkan Menteri Yandri telah menunjukkan hasil. Tidak sedikit BUMDes yang berhasil mengantarkan desanya menembus pasar ekspor,” kata Zainuddin.
Salah satu contoh keberhasilan tersebut ditunjukkan oleh Desa Sejahtera Astra (DSA) Temon, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pada Februari lalu, desa tersebut berhasil melakukan ekspor perdana gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia.
Ekspor tersebut dilepas langsung oleh Menteri Desa Yandri Susanto sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong lahirnya desa-desa ekspor yang mampu bersaing di pasar internasional.
Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara saat ini mengemban mandat negara untuk mengelola lahan sawit seluas 4,11 juta hektare. Pada tahap pertama, sebanyak 1,76 juta hektare telah diserahkan kepada perusahaan, dengan luas lahan yang telah ditanami mencapai 729.677 hektare.
Melalui kerja sama ini, Kemendesa berharap BUMDes dapat mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan komoditas strategis nasional. Selain meningkatkan nilai tambah ekonomi di tingkat desa, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Kerja sama antara Kemendesa dan PT Agrinas Palma Nusantara dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi BUMDes dari sekadar unit usaha desa menjadi pelaku ekonomi yang mampu berkontribusi dalam rantai industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (*)

