33.6 C
Jakarta

Kencleng Surga Warnai Upacara Perdana SD Muhammadiyah 24 Gajahan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Suasana berbeda mewarnai upacara bendera perdana awal tahun ajaran di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, Senin (3/8/2026). Selain menjadi momentum penanaman nilai disiplin dan cinta tanah air, upacara juga dirangkaikan dengan seremoni penyerahan Kencleng Surga kepada perwakilan murid kelas I, yakni Wijna dan Hana, sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan berbagi sejak dini.

 

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Gatot Suherman, S.Pd., memberikan apresiasi kepada para petugas upacara yang untuk pertama kalinya menjalankan tugas. Menurutnya, setiap proses belajar pasti diawali dengan kekurangan, namun keberanian tampil di depan umum merupakan bekal penting dalam membangun karakter peserta didik.

 

“Anak-anak yang hari ini menjadi petugas upacara telah menunjukkan keberanian dan tanggung jawab. Jika masih ada kekurangan, itu adalah bagian dari proses belajar yang harus terus diperbaiki,” ujar Gatot dalam amanatnya.

 

Ia menegaskan bahwa upacara bendera bukan sekadar rutinitas setiap hari Senin, tetapi menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

 

Dalam amanatnya, Gatot juga mengajak seluruh siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia mengingatkan agar setiap siswa membuang sampah pada tempatnya serta memilah botol plastik bekas dengan benar sebelum dimasukkan ke keranjang berwarna biru.

 

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti melepas tutup botol, meremas botol plastik, dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus melatih budaya daur ulang sejak usia dini.

 

“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita biasakan menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat, dan nyaman,” pesannya.

 

Selain itu, Gatot menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Ia mengingatkan seluruh siswa agar tidak melakukan perundungan maupun saling mengejek antarteman sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan nyaman.

 

“Kita ingin SD Muhammadiyah 24 Gajahan menjadi sekolah yang bebas bullying. Semua anak harus saling menghargai, saling membantu, dan berteman dengan baik,” tegasnya.

 

Ia juga memotivasi siswa untuk selalu bersemangat mengikuti pembelajaran serta tidak ragu bertanya kepada guru apabila mengalami kesulitan. Menurutnya, keberanian bertanya merupakan salah satu kunci keberhasilan belajar.

 

Dalam amanatnya, Gatot turut mencontohkan budaya disiplin dan kebersihan masyarakat Jepang sebagai inspirasi pembentukan karakter peserta didik. Kebiasaan menjaga kebersihan dan tata krama sejak usia dini, menurutnya, layak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

 

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Kencleng Surga kepada perwakilan murid kelas I, Wijna dan Hana. Program tersebut menjadi simbol pembiasaan gemar bersedekah sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik sejak dini.

 

Melalui upacara perdana tersebut, SD Muhammadiyah 24 Gajahan menegaskan komitmennya membangun generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berkarakter, cinta tanah air, peduli lingkungan, gemar berbagi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!