33.6 C
Jakarta

SUMU Sidoarjo Perkuat UMKM Lewat Peluang Ekspor

Baca Juga:

SIDOARJO, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Sidoarjo terus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Kopdar SUMU Sidoarjo bertema “Big Deal, Big Opportunity”. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (1/8/2026) ini menjadi wadah bagi pelaku usaha, profesional, dan komunitas bisnis untuk membangun kolaborasi, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga internasional.

 

Mengusung semangat membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan, forum tersebut menghadirkan sejumlah praktisi di bidang digitalisasi bisnis, ekspor, dan pengembangan pasar global. Selain berbagi pengetahuan, para peserta juga diajak membangun kerja sama konkret yang dapat meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan ekonomi global.

 

Ketua Koordinator Daerah (Korda) SUMU Sidoarjo, Samsul Sudhibiyo, menegaskan bahwa Kopdar SUMU tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata bagi para pelaku usaha.

 

“Kopdar SUMU Sidoarjo bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi. Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang benar-benar konkret, saling terhubung, dan saling melengkapi. Ibarat menyusun kepingan puzzle, setiap anggota memiliki peran penting sehingga ketika semuanya terhubung akan terbentuk sebuah ekosistem yang utuh. Dari situlah setiap anggota memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan meraih kesuksesan bersama,” ujar Samsul.

 

Kegiatan dibuka Ketua LP UMKM Sidoarjo, Imam Sugiri, yang juga bertindak sebagai fasilitator. Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi umat melalui sinergi antarpelaku usaha.

 

Menurut Imam, SUMU merupakan ruang strategis yang mampu mempertemukan para pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan menghadirkan solusi bersama.

 

“SUMU menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, membangun sinergi, dan menghadirkan solusi bersama. Kami berharap forum seperti ini terus melahirkan kolaborasi nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

 

Sesi pertama menghadirkan praktisi Website Corporate dan SEO, Uky, yang mengulas pentingnya transformasi digital bagi UMKM. Ia menegaskan bahwa website kini menjadi identitas resmi sebuah bisnis sekaligus sarana meningkatkan kredibilitas dan memperluas jangkauan pasar.

 

Peserta juga mendapatkan materi mengenai pembangunan website profesional, optimalisasi Search Engine Optimization (SEO), serta strategi pemasaran digital yang efektif.

 

“Di era digital, website adalah kantor utama sebuah bisnis di internet. Ketika website dibangun dengan baik dan didukung strategi SEO yang tepat, peluang usaha untuk ditemukan calon pelanggan akan meningkat secara signifikan. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan bagi UMKM yang ingin naik kelas,” jelas Uky.

 

Materi berikutnya disampaikan Ahmad, praktisi sekaligus buyer pasar Jepang. Ia membagikan pengalaman mendampingi produk Indonesia masuk ke Negeri Sakura dan menjelaskan bahwa kualitas, konsistensi, serta kepercayaan menjadi faktor utama dalam menjalin kerja sama bisnis internasional.

 

Menurutnya, peluang ekspor ke Jepang masih terbuka lebar bagi UMKM yang mampu menjaga standar mutu produk dan memenuhi komitmen kepada mitra bisnis.

 

“Pasar Jepang tidak hanya membeli produk yang bagus, tetapi juga mencari mitra bisnis yang konsisten dan dapat dipercaya. Jika UMKM Indonesia mampu menjaga kualitas, disiplin produksi, serta memenuhi komitmen, peluang memasuki pasar Jepang sangat besar,” ujarnya.

 

Sementara itu, Founder Ekspor.id, Amin, mengupas strategi ekspor bagi UMKM Indonesia. Ia menjelaskan bahwa peluang ekspor kini semakin terbuka berkat kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi.

 

Amin memaparkan pentingnya legalitas usaha, kesiapan produk, serta pemetaan pasar internasional sebagai langkah awal bagi UMKM yang ingin menembus pasar global.

 

“Ekspor bukan lagi sesuatu yang hanya bisa dilakukan perusahaan besar. UMKM juga memiliki peluang yang sama selama mampu mempersiapkan produk, legalitas, serta memahami kebutuhan pasar tujuan. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan terus meningkatkan kualitas,” katanya.

 

Sepanjang kegiatan, diskusi berlangsung dinamis. Para peserta aktif bertanya mengenai strategi pemasaran digital, peluang ekspor, hingga potensi kolaborasi lintas sektor. Sejumlah pelaku usaha bahkan menyatakan minat mengikuti program digitalisasi bisnis dan pendampingan ekspor yang diperkenalkan dalam forum tersebut.

 

Melalui Kopdar bertajuk “Big Deal, Big Opportunity”, SUMU Sidoarjo berharap mampu menjadi motor penggerak lahirnya kolaborasi bisnis yang berkelanjutan. Organisasi ini juga berkomitmen menghadirkan lebih banyak program edukasi, pelatihan, mentoring, dan forum bisnis guna memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di tingkat global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!