30.3 C
Jakarta

UM Bandung Sulap Pekarangan Sempit Jadi Kebun Pangan

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Lahan sempit di kawasan perkotaan bukan lagi hambatan untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengajak warga Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, memanfaatkan pekarangan rumah dengan sistem vertikultur sekaligus mengolah rempah menjadi pangan fungsional bernilai ekonomi.

 

Program yang berlangsung pada Ahad (2/8/2026) ini tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam secara vertikal, tetapi juga mengintegrasikan inovasi pengolahan rempah-rempah sebagai produk pangan sehat yang berpotensi membantu upaya pencegahan diabetes. Pendekatan tersebut menggabungkan aspek ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

 

Ketua Pelaksana PKM Prodi Teknologi Pangan UM Bandung, Sakina Yeti Kiptiyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian yang didanai melalui Hibah BIMA Kemendiktisaintek.

 

Menurutnya, meningkatnya kasus diabetes di Indonesia mendorong perlunya langkah preventif melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, terutama rempah-rempah yang memiliki potensi sebagai pangan fungsional.

 

“Kasus diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, diperlukan langkah preventif melalui pemanfaatan pangan lokal, khususnya rempah-rempah yang memiliki potensi sebagai bahan pangan sehat. Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu menanamnya, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

 

Program diawali dengan pelatihan pembuatan instalasi vertikultur atau sistem tanam bertingkat yang cocok diterapkan di lingkungan perkotaan dengan keterbatasan lahan. Berbagai jenis tanaman rempah kemudian dibudidayakan untuk selanjutnya diolah menjadi produk pangan yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus nilai jual.

 

Selain pelatihan budidaya, tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam pengemasan produk, branding, hingga strategi pemasaran agar hasil olahan masyarakat mampu bersaing di pasar.

 

Sakina berharap program tersebut dapat mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk herbal lokal.

 

“Harapan kami, masyarakat dapat memaksimalkan potensi rempah-rempah lokal menjadi produk yang lebih dikenal luas dan menjadi alternatif pangan yang lebih sehat. Program ini juga kami rancang agar berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi penurunan prevalensi diabetes di Indonesia,” katanya.

 

Kepala Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung, Khairiah, mengapresiasi pelaksanaan PKM tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransformasikan hasil riset menjadi solusi yang langsung dirasakan masyarakat.

 

“Program seperti ini diharapkan terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset, tetapi menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaannya, UM Bandung menggandeng Karang Taruna Kelurahan Manjahlega serta berkolaborasi dengan perangkat RT dan RW setempat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan program berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat.

 

Ketua Karang Taruna Kelurahan Manjahlega, Salma Sabila Nur Shabrina, menilai kegiatan tersebut membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan melalui inovasi pangan lokal.

 

Ia menyebut pelatihan mengenai branding dan strategi pemasaran menjadi bekal penting agar produk olahan rempah memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

 

“Generasi Z memiliki potensi besar untuk berkarya melalui inovasi pangan lokal. Kami berharap kolaborasi dengan UM Bandung dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pemuda yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui urban farming dan pengembangan produk kreatif,” tuturnya.

 

Aspek hilirisasi produk juga menjadi perhatian dalam program ini. Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung, Euis Evi Puspitasari, memberikan pelatihan mengenai strategi membangun merek dan pemasaran agar produk olahan rempah mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Sementara itu, Ketua RW 10 Kelurahan Manjahlega, Ridwan Subakti, menilai kegiatan tersebut mendukung program lingkungan yang tengah dijalankan warga, seperti Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis) serta persiapan menuju Kawasan Bebas Sampah (KBS).

 

Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan, budidaya tanaman pangan, hingga pengelolaan sampah rumah tangga menjadi bekal penting bagi 347 kepala keluarga di wilayahnya untuk membangun budaya hidup sehat dan peduli lingkungan.

 

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pertanian perkotaan, inovasi pangan, kesehatan, dan pengembangan usaha, PKM Prodi Teknologi Pangan UM Bandung menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Program ini diharapkan mampu melahirkan komunitas yang mandiri pangan, lebih sehat, serta memiliki peluang ekonomi baru dari pemanfaatan potensi lokal. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!