33.6 C
Jakarta

Mahasiswa Asing 15 Negara Belajar Bahasa di Klaten

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi 25 mahasiswa internasional dari 15 negara melalui kegiatan Imersi Bahasa dan Budaya di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Program ini memungkinkan para peserta mempraktikkan bahasa Indonesia secara langsung sambil mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

 

Tidak hanya belajar di ruang kelas, para peserta berinteraksi dengan guru dan siswa di enam sekolah, yakni MIM Krakitan, MTs Krakitan, MIM Paseban, MIM Talang, SDMPK Bayat, dan SMP Muhammadiyah 7 Bayat. Mereka memperkenalkan diri, berbagi cerita tentang negara asal, berdialog menggunakan bahasa Indonesia, hingga mengikuti berbagai aktivitas bersama.

 

Sebanyak 25 pemelajar BIPA tersebut berasal dari Algeria, Bangladesh, Cambodia, Ethiopia, Gambia, Ghana, India, Mali, Mozambique, Myanmar, Palestina, Sierra Leone, Thailand, Timor Leste, dan Uganda.

 

Suasana hangat langsung terasa sejak awal kegiatan. Antusiasme siswa untuk mengenal budaya dari berbagai negara berpadu dengan semangat para mahasiswa asing mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari.

 

Keceriaan semakin terlihat ketika para peserta mengikuti permainan tradisional bersama para siswa. Gelak tawa memenuhi halaman sekolah saat mereka bermain bersama tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Aktivitas tersebut menjadi media pembelajaran yang memperlihatkan bahwa permainan tradisional mampu menjadi jembatan komunikasi lintas budaya.

 

Salah seorang peserta asal Palestina, Aya Abusidu, mengaku memperoleh pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan belajar bahasa di dalam kelas.

 

“Belajar di sekolah bersama adik-adik sangat menyenangkan. Saya bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia secara langsung, belajar permainan tradisional, dan mengenal budaya Indonesia dari masyarakat. Semua orang sangat ramah sehingga saya merasa seperti berada di rumah sendiri,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

 

Program tersebut juga memberikan manfaat bagi siswa di Bayat. Mereka berkesempatan berdialog langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara, mengenal budaya, bahasa, serta kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Pengalaman itu dinilai mampu memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai keberagaman sejak usia dini.

 

Pendamping kegiatan dari masyarakat Bayat, Agus Wibawanta, M.Pd., menyebut program imersi menjadi sarana pembelajaran yang menguntungkan kedua belah pihak.

 

“Kami merasa senang bisa mendampingi kegiatan ini. Anak-anak di sekolah menjadi lebih berani berkomunikasi dengan orang asing, sementara para peserta BIPA juga belajar langsung kehidupan masyarakat Bayat. Pertemuan seperti ini menjadi jembatan untuk saling mengenal budaya dan mempererat persahabatan,” tuturnya.

 

Koordinator Program BIPA UMS, Dini Restiyanti Pratiwi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan imersi merupakan bagian dari model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Indonesia dengan pengalaman budaya secara langsung.

 

Menurut Dini, interaksi dengan masyarakat membuat pemelajar tidak hanya memahami kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mengetahui bagaimana bahasa Indonesia digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Setelah berinteraksi dengan warga sekolah, para peserta akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan belajar membatik dan membuat kerajinan gerabah bersama para perajin di Bayat. Melalui aktivitas tersebut, mereka akan mengenal proses pembuatan batik dan gerabah sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung dalam warisan budaya Indonesia.

 

Program Imersi Bahasa dan Budaya menjadi bagian dari komitmen BIPA UMS dalam menghadirkan pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual, komunikatif, dan berbasis pengalaman. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa para mahasiswa internasional, program ini juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia serta mendukung internasionalisasi pendidikan di lingkungan UMS. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!