BOYOLALI, MENARA62.COM – MTs Muhammadiyah 7 Klego (Mutugo) menggelar Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan suasana khidmat dan penuh kebanggaan di Gedung Dakwah PCM Klego 1. Sebanyak 65 siswa kelas IX resmi dilepas dalam prosesi yang mengusung tema “Santri MTs Mutugo Siap Menatap Masa Depan yang Gemilang.”
Acara yang dihadiri jajaran Persyarikatan Muhammadiyah, orang tua siswa, guru, serta tokoh masyarakat tersebut menjadi momen bersejarah bagi para siswa yang telah menuntaskan pendidikan tingkat madrasah tsanawiyah. Kegiatan semakin istimewa dengan pelaksanaan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an bagi 35 siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan mulai dari satu hingga lima juz.
Ketua PCM Klego, H. M. Arifin, S.T., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan di MTs Muhammadiyah 7 Klego. Ia berharap para lulusan mampu menjaga akhlak Islami, semangat belajar, serta membawa nama baik almamater di jenjang pendidikan berikutnya.
“Teruslah belajar, menjaga akhlak, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta Persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya.
Motivasi juga diberikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Menurutnya, lulusan Muhammadiyah harus memiliki bekal iman yang kuat, ilmu yang luas, dan karakter yang kokoh agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Kepala MTs Muhammadiyah 7 Klego, Sarwanto, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa kelas IX. Ia mengapresiasi kerja keras para guru, orang tua, dan siswa yang telah berjuang selama tiga tahun dalam proses pendidikan.
“Semoga para lulusan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah budaya melalui pertunjukan Wayang Golek Pitutur yang dibawakan oleh Ki Ustad Pujiono. Dengan gaya dakwah yang komunikatif, penuh humor, namun sarat hikmah, ia berhasil menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada para hadirin.
Dalam pituturnya, Ki Ustad Pujiono mengupas kandungan Surat An-Nahl ayat 89 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk, rahmat, dan penjelas bagi kehidupan manusia.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak berhenti pada tahap membaca dan menghafal Al-Qur’an semata, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an bukan sekadar dibaca dan dihafal, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hafalan yang tidak diamalkan ibarat lampu yang terang tetapi tidak menerangi jalan,” tuturnya.
Selain itu, ia berpesan agar para lulusan tetap menjaga salat, menghormati orang tua dan guru, serta terus menuntut ilmu sepanjang hayat. Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari kualitas iman dan akhlak seseorang.
Prosesi Akhirussanah dan Wisuda Tahfiz berlangsung penuh haru. Tangis bahagia para orang tua mewarnai pelepasan siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sekaligus menorehkan prestasi dalam menghafal Al-Qur’an.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan hafalan Al-Qur’an, para lulusan MTs Muhammadiyah 7 Klego diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang gemilang serta menjadi generasi penerus umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah yang berkemajuan. (*)
