PURWOREJO, MENARA62.COM – Ribuan langkah penuh semangat hijrah mewarnai Pawai Semarak Tahun Baru Hijriah 1448 H yang digelar Perguruan Muhammadiyah Bayan, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Perguruan Muhammadiyah Bayan.
Pawai yang mengambil rute dari Desa Jono, Kecamatan Bayan, hingga Desa Tuntungpait, Kecamatan Kutoarjo, menjadi momentum syiar Islam sekaligus sarana menanamkan nilai keteladanan hijrah Rasulullah Muhammad SAW kepada peserta didik.
Peserta terdiri atas murid KB dan TK ‘Aisyiyah Jono Bayan bersama wali murid, siswa SD Muhammadiyah Bayan, santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, siswa SMP Muhammadiyah Jono, para guru, karyawan, serta pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bayan.
Sejak pagi, para peserta telah berkumpul dengan membawa berbagai atribut Islami, seperti spanduk, poster bertema hijrah, hingga pesan edukatif tentang peningkatan iman dan ketakwaan. Suasana semakin semarak dengan lantunan selawat dan yel-yel Islami yang menggema sepanjang perjalanan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga media pembelajaran karakter bagi para siswa. Melalui pawai, peserta diajak memahami bahwa makna hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kehidupan yang lebih baik.
Kepala SD Muhammadiyah Bayan, Nurul Hasanah, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Pawai Tahun Baru Hijriah memiliki makna penting bagi seluruh warga Perguruan Muhammadiyah Bayan.
“Selain sebagai sarana syiar Islam dan mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat, pawai ini menjadi pengingat untuk senantiasa melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, baik dalam keimanan, akhlak, ilmu pengetahuan, maupun prestasi,” ujarnya.
Menurutnya, semangat hijrah Rasulullah SAW perlu menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas belajar, serta membangun karakter yang kuat.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana membangun optimisme dan semangat peserta didik dalam meraih masa depan.
“Semangat hijrah harus diterjemahkan dalam kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang rute pawai. Warga memberikan apresiasi saat rombongan peserta melintas. Kehadiran wali murid turut memperlihatkan kuatnya sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi berkarakter.
Perguruan Muhammadiyah Bayan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perubahan positif. Nilai hijrah diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Pawai Semarak Tahun Baru Hijriah 1448 H, Perguruan Muhammadiyah Bayan kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan berkemajuan yang mengintegrasikan kecerdasan akademik, akhlak, dan nilai-nilai Islam. (AMM)

