32 C
Jakarta

Hadapi Era AI, Ilmu Komunikasi UMS Update Kurikulum

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melaksanakan agenda rutin 5 tahunan, yakni pembaharuan Kurikulum dan Visi Keilmuan pada Senin (15/6/2026) di Hotel Solia Zigna, Laweyan, Surakarta. Evaluasi kurikulum ini dilakukan secara berkala untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan industri modern.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan bahwa langkah ini dinilai kian mendesak seiring masifnya penggunaan dan ketergantungan terhadap kecerdasan buatan (AI), sebuah fenomena baru yang kini menuntut perhatian serius dari sektor pendidikan khususnya bidang ilmu komunikasi.

“Kegiatan ini dilakukan demi menyelaraskan kurikulum dengan relevansi industri, kegiatan ini menghadirkan beragam perspektif dengan melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, serta narasumber dari pihak asosiasi dan praktisi,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan dari asosiasi dihadiri oleh M. Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si. (Universitas Muhammadiyah Malang) selaku perwakilan Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK-PTMA), dan Dr. Novita Damayanti, M.I.Kom. (Universitas Multimedia Nusantara) yang mewakili Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM).

Sementara itu, dari kalangan praktisi, hadir Muntadliroh, M.A. (Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN), Dr. Makroen Sanjaya, M.Sos. (Direktur Televisi Muhammadiyah/tvMu), serta Amira Arviani, S.I.Kom. dari WPP Media.

Dalam salah satu sesi diskusi M. Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi UMS perlu menyiapkan agenda khusus untuk pelatihan AI bagi dosen. Langkah ini dinilai krusial sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI yang semakin maju hingga memahami etika penggunaan AI.

Sejalan dengan hal tersebut, Amira Arviani, S.I.Kom., menyoroti pergeseran industri yang dinamis khususnya dalam bidang ilmu komunikasi.

“Tren tidak hanya berhenti dalam komunikasi yang konvensional, tetapi telah mengalami modernisasi,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyikapi teknologi ini secara bijak, dengan menambahkan bahwa AI sejatinya merupakan asisten yang mempermudah pekerjaan manusia, bukan sebuah alat untuk menggantikan peran manusia.

Diskusi kemudian berlanjut dengan para alumni yang sudah berkarir di dunia industri maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Para alumni juga menyarankan mata kuliah harus disesuaikan dengan kebutuhan industri masa kini, sehingga para lulusan memiliki keahlian yang relevan.

Untuk menghadapi karakteristik industri yang fluktuatif, para peserta diskusi sepakat perlunya pendekatan langsung kepada mahasiswa melalui metode project-based learning guna memantik kreativitas, serta melalui pembedahan studi kasus (case study) seperti analisis kampanye (campaign) dari sebuah brand di dalam kelas.

Dari diskusi tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi menyepakati agar pendekatan tersebut perlu didukung oleh modul panduan bagi dosen dalam mengarahkan tugas mahasiswa sehingga akan lebih optimal. Selain mengasah aspek teknis, proses pembelajaran ini juga wajib mengintegrasikan nilai-nilai etika. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!