SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, nilai keislaman, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan yudisium FKIP UMS yang menjadi momentum pelepasan calon wisudawan sebelum memasuki fase baru sebagai alumni. Dalam kesempatan itu, para lulusan diingatkan bahwa profesi dan pekerjaan yang dijalankan harus memiliki nilai ibadah serta menjadi bentuk tanggung jawab kepada Allah SWT.
“Setiap pekerjaan yang dilakukan harus bernilai ibadah dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Inilah ruh yang harus dimiliki oleh seorang guru,” ungkap salah satu pesan dalam kegiatan tersebut.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., turut memberikan pesan kepada para calon wisudawan sekaligus secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada perwakilan orang tua sebagai tanda bahwa FKIP UMS telah menjalankan amanah dalam mendidik dan membimbing mereka selama masa perkuliahan.
Dalam suasana penuh haru, Prof. Anam menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Selamat kepada anak-anakku semua yang hari ini telah memperoleh gelar sarjana. Namun perlu diingat, kelulusan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjalanan baru. Hari ini kalian berhijrah dari status mahasiswa menjadi alumni,” ujarnya.
Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti mengembangkan kompetensi profesional, tetapi juga terus memperkuat karakter, kepribadian, dan nilai kemanusiaan yang telah diperoleh selama menjadi mahasiswa FKIP UMS.
“Pegang teguh nilai-nilai kealumnian. Jadilah sarjana yang cakap, hebat, islami, dan mencerahkan. Jadilah lulusan yang unggul dan mampu melebarkan sayap ke berbagai penjuru dunia,” pesannya.
Menurutnya, alumni FKIP UMS diharapkan tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Sementara itu, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS menghadirkan langkah strategis dalam memperkuat proses pengkaderan Muhammadiyah. Di sela kegiatan, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menyampaikan komitmen program studi untuk memastikan seluruh mahasiswa memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Menurut Dr. Eko, kepemilikan KTAM bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membentuk lulusan yang memiliki identitas ideologis, semangat pengabdian, serta komitmen terhadap gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah.
“Kami bersama pimpinan Program Studi Pendidikan Jasmani ingin memastikan bahwa mahasiswa kami telah memiliki KTAM sebagai wujud tanggung jawab kami dalam proses pengkaderan di Muhammadiyah,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pendidikan Jasmani harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pengkaderan dengan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan.
“Harapan kami, para alumni tidak hanya menjadi sarjana yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan,” tambahnya.
Penguatan nilai kemuhammadiyahan, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam pendidikan di lingkungan UMS. Para lulusan Pendidikan Jasmani diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai Islam berkemajuan, mengembangkan budaya hidup sehat, serta berkontribusi dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Melalui yudisium dan pembekalan tersebut, FKIP UMS kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membangun insan berkarakter, berwawasan global, dan memiliki kepedulian sosial.
Dengan bekal ilmu, nilai keislaman, dan semangat pengabdian, para lulusan FKIP UMS diharapkan siap memasuki dunia profesional sebagai sarjana yang mencerahkan serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan peradaban. (*)
