SIGI, MENARA62.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MDMC Sulawesi Tengah terus memberikan layanan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi.
Memasuki hari kelima pascagempa, relawan Pos Pelayanan (Posyan) MDMC yang bertugas di Kecamatan Palolo masih menjalankan berbagai layanan darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Layanan kemanusiaan difokuskan di tiga wilayah, yakni Desa Sarumana, Desa Ranteleda, dan Desa Ampera, dengan total sasaran mencapai 464 jiwa terdampak.
Gempa susulan yang masih terjadi hampir setiap hari membuat kondisi psikologis warga belum sepenuhnya pulih. Dampak tersebut paling dirasakan oleh anak-anak dan lansia di Desa Sarumana. Sejumlah warga juga masih merasa khawatir untuk kembali tinggal di rumah mereka karena takut terjadi gempa susulan.
Koordinator lapangan MDMC terus melakukan pemantauan kondisi masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan layanan kesehatan.
Proses pendataan masih berjalan karena sejumlah wilayah terdampak menghadapi kendala akses dan keterbatasan pasokan listrik.
Dapur Umum dan Bantuan Logistik Terus Berjalan
Sejak hari pertama respons bencana, MDMC Sulawesi Tengah telah mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di Desa Sarumana, Ranteleda, dan Ampera.
Selain layanan pangan, relawan juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako dan perlengkapan mandi kepada warga terdampak di Desa Ampera. Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan langsung oleh pemerintah desa setempat.
Di bidang kesehatan, tim MDMC melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat pascabencana.
Sementara itu, layanan psikososial juga menjadi perhatian utama. Relawan memberikan dukungan psikologis awal atau Psychological First Aid (PFA) kepada anak-anak terdampak di Desa Sarumana untuk membantu mereka menghadapi situasi pascagempa.
Relawan Hadapi Berbagai Kendala
Dalam proses penanganan darurat, MDMC masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa kendala yang muncul antara lain keterbatasan stok LPG untuk operasional dapur umum, kebutuhan logistik yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga terdampak, serta terbatasnya jumlah personel layanan psikososial.
Meski demikian, operasional layanan darurat tetap berjalan dengan dukungan dan swadaya para relawan yang bertugas di lokasi bencana.
MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MDMC Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak gempa Sigi dan memastikan layanan kemanusiaan berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat penanganan darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan warga terdampak bencana. (*)

