SOLO, MENARA62.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk “Catur Cerdas: Ciptakan Edukasi, Resiliensi, Digitalisasi, dan Kemandirian Masyarakat melalui Optimalisasi Rasa Handarbeni sebagai Pendekatan Nguri-Uri Kampung Tani.”
Kegiatan pembukaan berlangsung di Balai Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 47 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas warga Desa Catur, tim pelaksana dan pendukung PPK Ormawa, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS.
Ketua Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS, Musakinah Oktafira Aura Wijaya, menyampaikan Desa Catur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan PPK Ormawa karena memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan upaya pemberdayaan secara berkelanjutan.
“Berangkat dari kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS menginisiasi program Catur Cerdas sebagai upaya mengoptimalkan potensi desa melalui penguatan literasi, digitalisasi UMKM, peningkatan kesadaran kesehatan mental, pengembangan sektor pertanian, serta pelestarian budaya lokal,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Musakinah berharap agar program ini menjadi langkah awal menuju masyarakat Desa Catur yang lebih mandiri, inovatif, dan adaptif.
Peresmian program ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya Program PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS Tahun 2026. Momentum tersebut menjadi penanda langkah bersama dalam mewujudkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pengembangan kapasitas dan kebermanfaatan berkelanjutan.
Ketua Umum IMM Al-Ghozali UMS, Muhammad Raihan Akbar, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi lintas pihak.
“Program ini merupakan langkah pemberdayaan yang bertujuan membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap program ini dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam mewujudkan Desa Catur sebagai Desa Catur Cerdas,” tegasnya.
Camat Sambi, Dony Mahendra, menilai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini masih tergolong baru di wilayahnya. Namun, ia optimis program tersebut dapat berjalan dengan baik melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, program PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS menjadi langkah strategis dalam mengembangkan berbagai potensi desa.
“Potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam Desa Catur yang gemah ripah loh jinawi dapat dikembangkan secara optimal melalui program yang diinisiasi oleh mahasiswa,” ujarnya.
Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS, Ir. Muhammad Alfatih Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa PPK Ormawa merupakan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan masyarakat agar pelaksanaannya optimal.
“Program yang dilaksanakan selama empat bulan ini tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan, tetapi juga mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil wawancara tim PPK Ormawa dengan para pemangku kepentingan, seluruh pihak memberikan respons positif terhadap pelaksanaan Program PPK Ormawa Catur Cerdas. Mereka berharap program ini mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam penguatan literasi, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, peningkatan kesadaran kesehatan mental, serta pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.
Menanggapi berbagai masukan dan pertanyaan dari peserta, Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali UMS menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pelaksanaan program melalui kerja sama dengan dinas terkait, praktisi, serta narasumber yang kompeten. (*)

