SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Kelompok 45 menyelenggarakan program edukasi bertajuk “Jogo Awak” di TPA Al-Hikmah Kauman, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Ketua KKN Tematik FIK UMS Kelompok 45, Muhammad Imam cvcds Baihaqi, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan perlindungan diri sejak dini. Menurutnya, masih banyak anak yang belum memahami batasan tubuh dan cara melindungi diri dari perilaku tidak pantas maupun kekerasan seksual.
“Melalui Jogo Awak, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa tubuh mereka berharga dan harus dijaga. Anak-anak juga perlu mengetahui bahwa mereka berhak mengatakan tidak terhadap sentuhan yang membuat mereka tidak nyaman serta berani meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya,” jelas Baihaqi saat ditemui pada Senin (22/6/2026).
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa FIK UMS dalam memberikan edukasi perlindungan diri kepada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga diri, mengenali area privasi tubuh, serta menghargai batasan tubuh sendiri dan orang lain.
Kegiatan Jogo Awak dilaksanakan oleh Muhammad Imam Baihaqi, Miftahul Arifin, Adinda Rosvita Nazarina, Kayla Tsania Almaida, Wafiq Dwi Annirroh, Nury Widiana Putri, Meila Putri Azkania, Amanda Ryan Septy Nandita, Nikita Sheva Putri Ardianti, dan Yayang Rasyidah Thosa sebagai bagian dari program KKN Tematik FIK UMS di Dusun Kauman.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan konsep Play-Based Learning atau pembelajaran berbasis permainan. Konsep ini dipilih agar materi mengenai area privasi anak dapat disampaikan secara menyenangkan, mudah dipahami, dan sesuai dengan usia peserta.
Melalui media boneka interaktif, anak-anak dikenalkan pada bagian tubuh yang bersifat pribadi. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa setiap anak memiliki hak atas tubuhnya sendiri serta berhak menolak sentuhan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Selain menggunakan boneka edukatif, mahasiswa juga menghadirkan permainan Traffic Light. Dalam permainan ini, berbagai bentuk interaksi dikelompokkan ke dalam warna hijau dan merah, dengan warna hijau menunjukkan perilaku yang aman dan diperbolehkan, sedangkan warna merah menggambarkan tindakan yang melanggar privasi dan harus ditolak.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Anak-anak terlihat aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, serta berdiskusi mengenai berbagai situasi yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Selain meningkatkan pengetahuan mengenai area privasi tubuh, program ini juga menanamkan nilai otonomi tubuh berbasis Islam. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa menjaga tubuh merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT, sekaligus bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Anggota KKN Tematik FIK UMS Kelompok 45, Miftahul Arifin, berharap program Jogo Awak dapat meningkatkan kesadaran anak, orang tua, dan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan perlindungan diri sejak dini.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami bagian tubuh yang harus dijaga, tetapi juga memiliki keberanian untuk berbicara, menolak perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman, serta segera melapor kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya,” ujar Arif. (*)
