JAKARTA, MENARA62.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global. Penegasan tersebut disampaikan Presiden pada pidato penutupan KSTI 2026 Minggu (28/6/2026) setelah menerima berbagai masukan terkait pengembangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, hingga reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Presiden mengatakan bahwa dunia saat ini semakin terhubung akibat perkembangan sains dan teknologi. Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, seluruh potensi bangsa harus disatukan melalui pertukaran gagasan, inovasi, dan kolaborasi untuk menjaga keberlangsungan pembangunan nasional.
“Saya berkeyakinan bahwa seluruh potensi bangsa harus bersatu dan mengeluarkan segala pemikiran serta inisiatif untuk kebaikan bersama dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden juga menilai kampus memiliki peran penting sebagai ruang lahirnya ide, inovasi, dan kebebasan akademik. Ia menegaskan bahwa kebebasan akademik harus dimanfaatkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan penelitian yang mampu mendukung pembangunan nasional karena pada akhirnya seluruh sistem pendidikan turut didukung oleh anggaran dan kebijakan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi atas berbagai usulan yang disampaikan Forum Rektor Indonesia. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah peningkatan alokasi beasiswa doktor (S3) bagi dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Presiden menyatakan usulan tersebut merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi dan akan menjadi perhatian pemerintah.
Menutup arahannya, Presiden menyampaikan terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan para rektor. Ia berjanji akan mempelajari setiap usulan, mulai dari peningkatan beasiswa dosen, pendanaan riset, penguatan kerja sama internasional, hingga pengembangan perguruan tinggi di seluruh daerah.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai gagasan konstruktif dari kalangan akademisi sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan tinggi, meningkatkan daya saing nasional, dan mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

